Penyebab Keributan Anggota DPRD-Pengelola Pasar Pekanbaru Jelang RDP

Riau

Penyebab Keributan Anggota DPRD-Pengelola Pasar Pekanbaru Jelang RDP

Raja Adil Siregar - detikSumut
Jumat, 16 Sep 2022 13:36 WIB
Keributan saat RDP soal Pasar Bawah di DPRD Pekanbaru.
Keributan di DPRD Pekanbaru jelang RDP (Istimewa/tangkapan layar)
Pekanbaru -

Anggota DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti (IYS) diumpat dengan kata-kata kotor oleh perwakilan dari pengelola Pasar Bawah, PT Dalena. Ida menerima umpatan itu jelang Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Ida mengaku insiden terjadi jelang RDP di Komisi II dan dipimpin politisi PDIP Dapot Sinaga. Ida datang karena dapat laporan tentang rencana RDP dengan Komisi II, Pemkot dan pengelola lama Pasar Bawah.

"Jadi saya sebagai anggota DPRD tentu berkewajiban menerima, menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Pedagang di Pasar Bawah ini melaporkan ada masalah sama pengelola lama PT Dalena," kata Ida saat dikonfirmasi, Jumat (16/9/2022).


Ida yang merupakan anggota Komisi III mengaku datang ke Komisi II setelah diminta untuk mendampingi oleh para pedagang. Sebab Ida juga adalah Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Cabang Pekanbaru.

"Saya juga sebagai Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia di Pekanbaru. Tentu ini kewajiban saya untuk memperjuangkan itu," kata Ida.

Saat datang ke Komisi II Ida mengaku izin pada pimpinan rapat, yakni Dapot Sinaga. Bahkan Ida juga menunjukkan surat kuasa pendampingan dan tata tertib anggota DPRD Pekanbaru.

"Rabu kemarin Komisi II mengundang pedagang untuk dilakukan RDP. Tentu ketika Komisi II mengundang saya sebagai anggota DPRD yang menerima pengaduan dan Ketua APPSI menindaklanjuti untuk mengkomunikasikan dengan Ketua Komisi II, saya menyarankan bahwa pedagang saya ini kan tidak tahu masalah proses hukum," kata Ida.

Namun sayang, Ida tidak diberikan izin masuk. Ida mengaku tidak masalah jika tak diperkenankan masuk, namun dia minta PT Dalena juga tidak pakai kuasa hukum atau pengacara.

"Ketua Komisi II ngotot tidak boleh, kalau saya tidak boleh tidak masalah. Tapi kan kekuatan ini harus berimbang, PT Dalena jangan pakai pengacara di dalam agar kekuatan ini berimbang antara mereka menyampaikan persoalan," katanya.

"Pengacara saat saya tidak terima ada pengacara di dalam, dia langsung berdiri. Di situlah dia langsung maki-maki dan nunjuk-nunjuk dengan kata-kata yang tidak pantas, sampai bilang a****g kau, segala macam, kau siapa," kata Ida.

Akibat cekcok itulah kemudian terjadi gebrak meja yang kemudian videonya viral di media sosial. Ida mengaku tak tahu apa alasan dan dasar kuasa hukum PT Dalena, Yurnalis mengusirnya.

"Apa kapasitas dia mengusir saya sebagai anggota DPRD karena itu kantor saya. Tentu saya tidak bisa terima karena ada ratusan pedagang yang menunggu perjuangan ini. Makanya terjadilah adu argumentasi, adu mulut tapi dia mengeluarkan kata-kata kotor. Itu kan kantor saya, itu rumah kami. Kan tidak etis dia sebagai pengacara seperti itu," kata Ida.

Pengacara PT Dalena Ngaku Umpatannya Bukan untuk Anggota Dewan. Baca Halaman Selanjutnya:



Simak Video "Dramatis! Proses Evakuasi Anak Gajah dari Galian di Riau"
[Gambas:Video 20detik]