Sekjen PDIP Sesalkan Perusakan Baliho Tak Berizin Puan Maharani

Nizar Aldi - detikSumut
Sabtu, 13 Agu 2022 21:51 WIB
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto bersama Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Menkumham Yasonna H Laoly. (Nizar Aldi/detikSumut)
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto bersama Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Menkumham Yasonna H Laoly. (Nizar Aldi/detikSumut)
Medan -

Relawan memasang ratusan baliho Puan Maharani Presiden 2024 di Medan, tanpa izin. Baliho yang terletak di Jalan Letda Sujono kemudian dirusak oleh orang tidak dikenal (OTK).

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hatso Kristianto menyayangkan insiden tersebut. Menurut dia baliho merupakan bagian dari komunikasi politik. Sehingga dia menyayangkan pengerusakan yang baliho Puan Maharani tersebut karena sebagai orang Timur menurutnya tidak ada budaya merusak.

"Baliho itu kan bagian dari komunikasi politik, sehingga kami sangat menyesalkan ketika hal itu dilakukan karena itu tidak sesuai dengan budaya kita sebagai orang Timur kita tidak punya tradisi merusak," kata Hasto Kristiyanto, Sabtu (13/8/2022).


Hal itu disampaikan Hasto saat konferensi pers di acara 'Banteng Ride & Night Run' di Medan. Acara tersebut, terlihat dihadiri sejumlah kader PDI Perjuangan, seperti Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Wali Kota Medan Bobby Nasution dan sejumlah kader yang lain.

Lebih lanjut Hasto mengungkapkan masyarakat Timur menghormati kesopanan. Sehingga ketika ada oknum-oknum yang melakukan cara-cara yang tidak benar menurutnya menjadi tolak ukur dalam membangun keharmonian dalam masyarakat.

"Kita ini sebenarnya masyarakat Timur, kita ini menghormati berbagai kesopanan sehingga ada oknum-oknum yang melakukan dengan cara-cara yang tidak benar ya itu menjadi tolak ukur bagi kita semua dalam membangun keharmonian di dalam masyarakat," ungkapnya.

Hasto menilai penggunaan baliho sebagai komunikasi politik merupakan hal wajar dalam demokrasi Indonesia. Sehingga dia berharap semua pihak menjaga kondusifitas dan kerukunan, karena Indonesia mempunyai tradisi gotong-royong.

"Bangsa Indonesia ini punya tradisi membangun dengan kebudayaan gotong-royong, sehingga tentu saja kami mengharapkan kita bersama-sama untuk menjaga seluruh kerukunan penghormatan kita, dan komunikasi politik melalui baliho melalui spanduk itu hal yang sangat wajar dalam demokrasi kita,"

Ketika ditanya apakah pengerusakan itu menunjukkan rivalitas politik menuju 2024 semakin memanas, Hasto menegaskan bahwa orang yang melakukan pengerusakan tersebut tidak paham kebudayaan Indonesia.

"Rivalitas itu rivalitas yang baik bukan rivalitas yang merusak, yang merusak itu bukan orang Indonesia karena dia tidak paham kebudayaan kita," tutupnya.


Baliho Puan Maharani Presiden 2024 Tak Punya Izin. Baca Halaman Berikutnya:



Simak Video "Demokrat Terbuka Jika Puan Ingin Lakukan Safari Politik"
[Gambas:Video 20detik]