Jambi

KLHK Ajak Pemprov Jambi Perluas Hutan untuk Kurangi Gas Rumah Kaca

Ferdi - detikSumut
Sabtu, 13 Agu 2022 09:25 WIB
KLHK
Foto: dok. Ferdi Almunanda/detikcom
Jambi -

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak Pemerintah Jambi berperan aktif mendorong percepatan implementasi penyerapan bersih karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan atau FoLU Net Sink 2030. Kementerian LHK juga mendorong perubahan paradigma pemerintah di daerah termasuk di Jambi untuk membangun kembali hutan tropis basah di Indonesia untuk memenuhi target pemenuhan emisi gas rumah kaca.

"Hutan menjadi kunci penting untuk keberhasilan Indonesia's FOLU Net Sink 2030. Target penyerapan emisi gas rumah kaca yang ingin dicapai pada tahun 2030 adalah sebesar -140 juta CO2e. Sektor kehutanan memiliki kontribusi terbesar sebanyak 60% dalam pemenuhan target netral karbon atau net-zero emission," kata Plt Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, Ruandha Agung Sugardiman, Sabtu (13/8/2022).

Ruandha menjabarkan, saat ini kondisi hutan Indonesia seluas 95 juta hektare atau 51% dari total luas daratan. Berbagai penanaman pohon yang telah dilakukan selama ini rupanya belum mampu menambah luasan hutan Indonesia berdasarkan pantauan citra satelit. Untuk itu dibutuhkan strategi melalui Indonesia's Folu Net Sink agar pada tahun 2030 luas tutupan hutan bertambah setiap tahun.


"Dengan melalui Indonesia's Folu Net Sink 2030 luas hutan tropis ini dapat bertambah di masa depan melalui tiga aksi utama yakni upaya pengurangan emisi melalui penurunan angka deforestasi dan pencegahan karhutla serta mempertahankan kualitas hutan yang ada untuk serapan karbon dengan gerakan membangun hutan Indonesia," ujar Ruandha.

Penanaman pohon untuk bangun hutan tropis basah itu difokuskan pada polygon-polygon lahan kritis yang ada di peta satelit secara masif oleh semua pihak. Dengan dibangunnya hutan tropis basah ini Ruandha menyampaikan jika itu bisa menjadi tempat bagi keanekaragaman hayati yang penting bagi masa depan serta menopang pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.

Tidak hanya itu, hal itu nantinya juga memberikan kontribusi penting kepada global di dalam upaya pengendalian perubahan iklim secara berkelanjutan nantinya di tahun 2030.

"Hutan menjadi kunci penting untuk keberhasilan Indonesia's Folu Net Sink 2030. Target penyerapan emisi gas rumah kaca yang ingin dicapai pada tahun 2030 adalah sebesar -140 juta CO2e. Sektor kehutanan memiliki kontribusi terbesar sebanyak 60% dalam pemenuhan target netral karbon atau net-zero emission," terang Ruandha.

Ruandha menerangkan bahwa Indonesia's Folu Net Sink 2030 terdiri atas rencana operasional sebagai tindak lanjut Perpres 98 Tahun 2021 terkait penyelenggaraan nilai ekonomi karbon serta Kepmen 168 Tahun 2022 tentang Indonesia's Folu Net Sink 2030 untuk pengendalian perubahan iklim.

Selanjutnya KLHK juga telah menyusun rencana strategis dan rencana kerja sebagai dasar pelaksanaan di tingkat regional dan daerah.

"Pemerintah Daerah sebagai pemangku kebijakan di daerah merupakan mitra strategis KLHK dalam keberhasilan implementasi FOLU Net Sink 2030 di tingkat tapak. Selain itu, diperlukan juga dukungan akademisi, lembaga mitra KLHK, lembaga swadaya masyarakat, dan media dapat membumikan dan menyebarluaskan tujuan positif FOLU Net Sink 2030. Pelibatan seluruh pihak menjadi signifikan di dalam keberhasilan aksi mitigasi FOLU Net Sink ini," sebut Ruandha.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD Jambi, Faizal Riza menyebutkan jika KLHK merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga lingkungan hidup di Indonesia. Apalagi dalam rangka mencegah perubahan iklim memang diperlukan tindakan nyata dan peran aktif dari pemerintah, termasuk program KLHK.

Bahkan, DPRD Provinsi Jambi sangat mendukung dan mengapresiasi langkah yang di lakukan KLHK.

"Sejauh ini Pemprov dan DPRD saat ini telah membuat Ranperda tentang Pertumbuhan ekonomi hijau yang merupakan komitmen dari pemerintah daerah provinsi untuk membangun dengan memperhatikan lingkungan dan mencegah kerusakan alam," ujar Faizal Riza kepada detikSumut, Sabtu (13/8/2022).

Pemprov Jambi juga ikut mendukung dengan adanya rencana operasional Indonesia's Folu Net Sink 2030 yang merupakan program KLHK dalam mencegah perubahan iklim nantinya.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jambi, Ariansyah mengatakan Jambi memiliki aset lingkungan yang bernilai sangat tinggi berupa 4 Taman Nasional, hutan lindung, Taman Hutan Raya (TAHURA), serta hutan adat yang tersebar di penjuru wilayah Jambi.

"Aset lingkungan dan kebanggaan kita ini harus dipertahankan dan dipulihkan dari kerusakan karena sebagian kondisinya rusak atau mengalami degradasi akibat ulah manusia," kata Ariansyah.

Menurut dia, Pemprov Jambi berupaya mengimplementasikan konsep ekonomi hijau. Hal ini diwujudkan dengan mengintegrasikan rencana pertumbuhan ekonomi hijau ke dalam RPJMD Provinsi Jambi Tahun 2021-2026. Konsep ekonomi hijau juha bertujuan mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pertumbuhan inklusif dan merata, ekosistem yang sehat sehingga dapat memberikan jasa lingkungan, serta pengurangan emisi gas rumah kaca.

"Saya bersyukur belakangan ini kesadaran masyarakat dan dunia usaha untuk menjaga lingkungan tumbuh makin kuat, disertai peningkatan perhatian dan dukungan dana dari pemerintah pusat dan dunia internasional," ujar Ariansyah.

Ariansyah juga menyebutkan sejauh ini, dukungan dunia internasional dan KLHK yang diterima Pemerintah Provinsi Jambi antara lain melalui Program Biocarbon Fund Plus Initiative for Sustainable Forest Landscape (Bio-CF-ISFL). Program ini menargetkan penurunan emisi GRK sebesar 14 juta ton CO2e dengan pemberian insentif USD 70 juta untuk tahun 2021-2025.

Sebagaimana diketahui, Indonesia telah meratifikasi Paris Agreement melalui dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) yang menjadi kewajiban nasional di dalam agenda perubahan iklim global. Lebih lanjut, Indonesia's FOLU Net Sink 2030 merupakan progres atas komitmen Presiden RI Joko Widodo untuk pengendalian perubahan iklim dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya.



Simak Video "Kebakaran Hutan di Kazakhstan Paksa Ratusan Warga Dievakuasi"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)