Pemprov Sumbar Gandeng DJPb Kemenkeu buat Atasi Stunting

Dea Duta Aulia - detikSumut
Rabu, 10 Agu 2022 23:07 WIB
Wakil Gubernur Sumatera Barat sekaligus Ketua tim percepatan penurunan stunting Sumba Audy Joinaldy
Foto: Pemprov Sumbar
Jakarta -

Wakil Gubernur Sumatera Barat sekaligus Ketua tim percepatan penurunan stunting Sumba Audy Joinaldy menggandeng Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan untuk menyukseskan program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Melalui kolaborasi ini diharapkan angka stunting Sumbar bisa terus ditekan.

"Banyak organisasi di luar pemerintahan yang juga ingin melakukan kegiatan penurunan stunting, namun mereka jalan sendiri-sendiri. Kami minta BKKBN dapat menghimpun mereka semua agar program ini dapat menjadi lebih besar," kata Audy dalam keterangan tertulis, Rabu (10/8/2022).

Meskipun begitu, ia menjelaskan pihaknya terus berupaya untuk menggandeng sejumlah pihak agar angka stunting di Sumbar bisa terus ditekan.


"Ada organisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), perkumpulan dokter kandungan serta perhimpunan dokter lainnya yang ingin ikut menyelesaikan persoalan stunting di Sumbar, ini harus kita rangkul supaya bisa membuat grand strategy," jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto cara Pemprov Sumbar untuk menekan angka stunting cukup menarik. Sebab Pemprov Sumbar tidak hanya memerintahkan sektor terkait saja, namun semua pihak turut didorong agar bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut.

"Ini sangat-sangat strategis sekali dengan mereka bergabung dalam percepatan penurunan stunting ini," kata Bonivasius.

Secara angka, stunting di Sumbar berada pada angka 23,3 persen. Angka tersebut terus diupayakan agar bisa turun, mengingat Sumbar merupakan salah satu provinsi produksi protein terbesar di Sumatera.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Fatmawati mengatakan angka prevalensi ini didapatkan dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 yang dilakukan Kementerian Kesehatan. Pada SSGI 2019 prevalensi stunting Sumbar berada di angka 29 persen. Dalam dua tahun mampu turun menjadi 23.3 persen dan ini disebabkan kerja sama seluruh pihak dalam melakukan upaya-upaya intervensi stunting.

"Mereka mengukur tinggi anak di bawah dua tahun dan menemukan tinggi mereka belum mencapai standar yang ada dan ini yang kita target secara bersama-sama," tutupnya.



Simak Video "Di Depan Jokowi, Gubsu Janji Tekan Stunting dari 24% Jadi 12%"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)