Pemprov Sumbar & Jabar Teken 3 MoU soal Pengembangan Potensi Daerah

Erika Dyah - detikSumut
Senin, 08 Agu 2022 15:37 WIB
MoU Jabar dan Sumbar
Foto: Pemprov Sumbar
Jakarta -

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Jawa Barat resmi meneken tiga MoU kerja sama. Kesepakatan antar kedua belah pihak ini bertujuan memperkuat potensi pembangunan dan keunggulan masing-masing daerah.

Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi mengungkap ketiga MoU tersebut meliputi Pengembangan Potensi Daerah dan Pendekatan Pelayanan Publik, Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil.

Dalam pertemuan yang berlangsung Minggu (7/8) di Auditorium Gubernuran Sumbar, Mahyeldi menyampaikan terima kasih atas kesepakatan yang terjalin. Pasalnya, ia menilai kedua provinsi tersebut memiliki kemiripan karakteristik wilayah, seperti topografi, potensi pertanian, perkebunan, perikanan, dan lainnya.


"Ketika semua potensi tersebut dikerjasamakan, maka akan bisa menjadi faktor pendorong percepatan pembangunan antar dua daerah," ujar Mahyeldi dalam keterangan tertulis, Senin (8/8/2022).

"Apalagi dalam pemenuhan kuota ekspor, seperti komoditi kopi dan rempah, jika produksi Sumbar dan Jabar disatukan itu akan menjadi kekuatan yang luar biasa, sehingga akan bisa memenuhi pasar internasional, seperti pasar Asia, Eropa, dan lainnya," sambungnya.

Ia pun menyebut banyak perantau Minang yang tinggal di Jawa Barat hingga melebur dalam masyarakat di sana. Apalagi, kata Mahyeldi, masyarakat Minang mempunyai falsafah 'Di Mana Bumi Dipijak Di Situ Langit Dijunjung'.

"Jadi memang masyarakat Minangkabau ini sangat mudah bersosialisasi dengan banyak pihak. Orang Minangkabau pandai menyesuaikan diri, tidak pernah menonjolkan kampung halaman, dan tidak akan pernah membuat perkampungan Minangkabau di perantauan, mereka akan menjadi orang yang sama atau menjadi bagian dari masyarakat di mana tempat mereka berada," jelas Mahyeldi.

Mahyeldi pun mengungkap saat ini Sumbar tengah fokus menargetkan 100 ribu millennial entrepreneur dan woman entrepreneur. Dengan adanya MoU ini, ia berharap inovasi dan kreativitas di Jabar dapat menjadi percontohan bagi para pelaku UMKM di Sumbar.

"Kami melihat Bandung dengan masyarakatnya yang proaktif, sehingga banyaknya inovasi dan kreativitas lahir di Jabar. Kita berharap dengan MoU ini akan bisa mengalir kreativitas yang ada di Jabar tersebut ke Sumbar, yang tentunya akan meningkatkan penjualan dan pemasaran dari UMKM kita," paparnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan kunci dari kerja sama antara kedua belah pihak adalah informasi. Untuk itu, ia berharap kedua provinsi dapat saling memberikan informasi. Terutama mengenai hal-hal yang dibutuhkan dari sektor pariwisata dan UMKM yang bisa dikembangkan di masing-masing provinsi.

"Kita harus berdagang sesama kita, contoh Sri Lanka bangkrut karena terlalu banyak impor dengan negara luar. Padahal banyak potensi UMKM yang kita bisa saling tukar pengetahuan. Saya tidak tahu apa yang dibutuhkan Sumbar padahal kami punya, atau sebaliknya mungkin Sumbar tidak hafal apa yang Jabar butuhkan. Minimal di dua sektor pariwisata dan UMKM ini tolong saling informasi," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Kang Emil berpesan agar ke depannya kedua provinsi dapat mengembangkan bazar Festival Budaya Minang-Sunda. Ia mengatakan sebelumnya sudah banyak Festival Eropa, Australia, India, dan lainnya. Namun karena terdapat guncangan efek perdagangan industri global, hal tersebut akan diminimalisir.

"Saya ingin perdagangan antar provinsi ini harus lebih kencang, karena kerja sama perdagangan antar provinsi selama ini kurang, hanya bussiness to business saja. Saya harap ke depannya ada evaluasi lagi hal-hal apa saja yang dibutuhkan dan bisa dibantu antar kedua provinsi ini," ungkap Kang Emil.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Pemerintahan dan Otda, Doni Rahmat Samulo menginformasikan hasil dari kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi bersama Gubernur Jabar, Kang Emil, dan Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy pada tahun lalu sehingga disepakati kerja sama di dua sektor tersebut.



Simak Video "Jokowi Bertemu Pangeran MBZ di UEA, RI Dapat Suntikan Rp 468 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)