Sumatera Selatan

PPKM Level 1, Pemprov Sumsel Perketat Prokes

Prima Syahbana - detikSumut
Selasa, 02 Agu 2022 16:10 WIB
Inmendagri No 13 tahun 2022 mengatur kebijakan terbaru Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Ilustrasi PPKM. (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Palembang -

Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 di Sumatera Selatan (Sumsel), kembali di perpanjang hingga 5 September mendatang. Pemprov Sumsel pun mengambil sejumlah langkah agar kasus COVID-19 di daerah itu tak mengganas lagi.

Dinas Kesehatan Sumsel menyebut akan menaati kebijakan dari Pemerintah Pusat tersebut dengan sejumlah upaya. Salah satu upaya yang akan diterapkan yakni memastikan melakukan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Selain itu, Pemprov juga akan menggenjot vaksinasi COVID-19, baik booster pertama maupun booster kedua kepada tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi terget awal.

"Upaya kita, tetap akan melakukan prokes ketat, kemudian kita mempercepat imunisasi (vaksinasi) booster bagi yang belum, sama yang booster kedua untuk nakes," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman kepada detikSumut, Selasa (2/8/2022).


Menurutnya, mulai hari ini setelah ditetapkannya PPKM Level 1 tersebut, vaksinasi booster kedua terhadap nakes sudah mulai dilaksanakan. Surat edaran booster kedua, katanya, juga telah disebarkan ke seluruh kabupaten/kota. Disamping itu, untuk booster pertama juga terus dilakukan.

"Booster kedua untuk nakes sudah kita mulai hari ini, surat edarannya juga sudah kita sebarkan sesuai dengan juknisnya itu. Untuk booster pertama juga kita galakan terus," katanya.

Dikatakannya, jauh sebelum adanya penerapan PPKM Level 1 ini, pihaknya juga telah menerapkan prokes secara ketat. Presiden Joko Widodo, kata dia, juga mengimbau untuk tetap pakai masker baik di dalam maupun di luar ruangan sebagai salah satu upaya pencegahan.

"Menyikapi level 1 ini kita juga sebelum-sebelumnya juga tetap kita laksanakan prokes yang ketat, jaga jarak. Presiden juga mengumumkan kalau yang di dalam ruangan masih tetap pakai masker dan juga di luar ruangan juga tetap pakai masker," tuturnya.

Tris juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi prokes. Karena menurutnya, itu merupakan kunci utama agar tidak terkena terinveksi virus Corona atau COVID-19. Dia mengatakan, di banding bulan-bulan sebelumnya, di bulan ini memang terjadi kenaikan angka positif. Namun kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan.

"Kita imbau masyarakat untuk tetap prokes, karena kuncinya itu. Kalau kita patuhi prokes insyaAllah kita aman dari COVID-19. Memang ada kenaikan angka positif di bulan ini dibandingkan bulan-bulan kemarin, tapi kenaikannya itu tidak terlalu signifikan, tidak tinggi," jelasnya.

Adapun Kabupaten/Kota di Sumsel yang menerapkan PPKM Level 1 tersebut yakni, Ogan Komering Ulu (OKU), Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Lahat, Musi Rawas, Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin.

Ada juga, Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Ogan Ilir (OI), Empat Lawang, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Palembang, Pagar Alam, Lubuklinggau dan Prabumulih.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 5 September 2022. Seluruh daerah di Indonesia, termasuk di Pulau Sumatera masuk ke dalam daftar daerah yang menerapkan PPKM level 1.
Perpanjangan PPKM itu tertuang dalam dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 39 Tahun 2022 untuk PPKM di Luar Jawa dan Bali, berlaku mulai tanggal 2 Agustus sampai 5 September 2022.

Aturan tersebut ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (1/8) kemarin. Perpanjangan dilakukan setelah mendengarkan masukan dari pakar dan melihat data penularan COVID-19 yang terus ada kenaikan.



Simak Video "Jaksa Geledah Kantor Distan Sumsel, Usut Dugaan Korupsi Rp 1,3 T"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)