Buku Palito Ni Si Boru Toba, Ceritakan Kisah Pilu Perempuan Batak

Goklas Wisely - detikSumut
Minggu, 31 Jul 2022 19:30 WIB
Buku antologi Palito Ni Si Boru Batak yang berkisah soal perempuan batal resmi diluncurkan ke publik
Buku antologi Palito Ni Si Boru Batak yang berkisah soal perempuan Batak resmi diluncurkan (Istimewa)
Medan -

Buku antologi Palito Ni Si Boru Toba yang menceritakan perempuan Batak resmi diluncurkan ke publik. Buku tersebut ditulis oleh 20 penulis yang menggali kisah pilu para perempuan adat di sekitar wilayah Danau Toba.

Maria Julie Simbolon selaku penggagas buku tersebut mengatakan buku itu launching di Hotel Hermes Medan pada Kamis (29/7/2022) lalu. Buku tersebut diterbitkan oleh penerbit Kepompong di Kota Semarang.

"Buku ini memuat sebuah kegelisahan yang saya dapati ketika menyaksikan kisah hidup perempuan Batak di sekitar wilayah Danau Toba penuh dengan ketimpangan gender," katanya saat diwawancarai detikSumut, Minggu (31/7/2022).


"Perempuan ini sering sekali dinomorduakan atau berada dalam belenggu budaya patriarki. Misalnya pada tahun 2019 saya berjumpa dengan seorang perempuan Batak yang dianggap tidak sempurna karena tidak mendapatkan anak atau saudara laki - laki," sebutnya.

Selain itu, lanjutnya, tak jarang perempuan batak yang memilih untuk bercerai dan nikah lagi dianggap tidak ada hak atas anaknya. Keresahan semacam itu lah yang dituliskan di buku antologi tersebut.

"Keresahan terjadi di sekitar kita tapi jarang diangkat. Kadang kala itu dianggap hal yang biasa padahal itu tidak mengedepan kasih pada perempuan," ujarnya.

Demikian, melalui penerbitan antologi Palito Ni Si Boru Batak, dia berharap agar perempuan-perempuan batak yang diperlakukan timpang dapat terlepas dari belenggu tersebut.

"Jadi Palito itu adalah pelita. Seperti lilin kecil dengan sumbu yang kecil, tapi terus hidup. Menurut saya, lelaki dan perempuan itu harus setara," ungkapnya.

"Makanya kenapa Palito sesuatu yang harus terus menyala. Karena memberikan cahaya kendati berada di kegelapan. Jadi, Palito itu dapat dimaknai tentang harapan," tambahnya.

Demikian, buku ini telah dapat dinikmati publik dengan harga yang tidak mahal. Hanya cukup merogok kocek Rp 100 ribu. Di buku itu juga dilengkapi dengan penjelasan beberapa simbol - simbol punya makna khusus bagi suku Batak.



Simak Video "Jerit Perajin Dibalik Keindahan Kain Ulos Khas Batak"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/bpa)