Didukung KKP, Sumbar Akan Tingkatkan Produktivitas Perikanan

Erika Dyah Fitriani - detikSumut
Selasa, 26 Jul 2022 14:00 WIB
Pemprov Sumbar
Foto: dok. Pemprov Sumbar
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mendukung upaya Pemprov Sumatera Barat dalam meningkatkan hilirisasi produk kelautan dan perikanan. Salah satu dukungan yang diberikan melalui Direktorat Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) yang mendorong investor untuk pengolahan udang.

Dalam audiensi antara Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Desniarti dan jajaran dengan Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti pada Senin (25/7), Audy mengungkap PDRB Sumbar terbesar dari sektor pertanian, termasuk perikanan.

Ia merinci dari 19 kabupaten dan kota yang ada di Sumbar, 7 di antaranya berada di pesisir. Adapun beberapa komoditi yang dikembangkan di Sumbar antara lain tuna, kerapu, kakap, kepiting, lobster, dan udang vaname yang sebagian besar usahanya masih didominasi UMKM.


"Dengan potensi besar yang ada di Sumbar, kami berharap kepada Kementerian melalui Dirjen dan jajaran agar dapat melaksanakan program prioritas Ditjen PDSPKP dialokasikan untuk Sumatera Barat," kata Audy dalam keterangan tertulis, Selasa (26/7/2022).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumatera Barat, Desniarti menambahkan pihaknya berharap dapat mewujudkan budi daya vaname yang terintegrasi di Sumbar. Mulai dari hatchery, budi daya berkelanjutan, unit pengolahan udang, pemasaran dan kelembagaan. juga dukungan penanganan ikan pada pelabuhan perikanan dan pengembangan unit-unit pengolahan ikan (UPI).

Merespons harapan tersebut, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti mengatakan pihaknya akan mendorong hilirisasi produk kelautan dan perikanan di Sumbar termasuk mendorong investor untuk pengolahan udang.

Menurutnya, untuk ekspor saat ini sudah ada pencatatan dari daerah asal ekspor. Selain itu, ada bantuan sarana penanganan udang portable di tambak udang untuk menjamin mutu udang, serta cheese freezer yang masih tersedia pada tahun 2022. Serta tersedia sarana pengolahan untuk UPI dan sertifikasi kelayakan pengolahannya (SKP).

"Kami juga mendorong pasar ikan higienis dan sentra kuliner juga untuk mendorong pariwisata satu di antaranya di pantai Carocok Pesisir Selatan dan berharap segera difungsikan, selain itu juga ada inkubasi bisnis, diversifikasi produk, bedah UPI, pasar laut Indonesia, aplikasi gemarikan dan lain-lain," papar Artati.

Ia menambahkan pihaknya akan memfasilitasi daerah sesuai program dan kegiatan yang ada. Sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku dan ketersediaan anggaran. Selanjutnya, pertemuan ini akan berlanjut melalui komunikasi dengan para direktur teknis terkait.

Sebagai informasi, pertemuan ini turut dihadiri oleh pejabat Eselon II lingkup Ditjen PDSPKP, di antaranya Sesditjen PDSPKP Machmud, Direktur Usaha dan Investasi Catur Sarwanto, Direktur Pengolahan dan Bina Mutu Widya Rusyanto, Direktur Pemasaran Erwin, dan perwakilan Kepala UPT BP3KP.



Simak Video "KKP Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 30 M ke Singapura"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)