Catat, Vaksin Booster Syarat Mobilitas Masyarakat ke Area Publik

Tim detikNews - detikSumut
Selasa, 05 Jul 2022 08:31 WIB
Direktur Bank Mega Yuni Lastianto (kanan), didampingi oleh Corporate Secretary Bank Mega Christiana M. Damanik (kiri) bersama dengan Kabinda DKI Jakarta Mayjen TNI (Purn) Neno Hamriono (kanan) meninjau pelaksanaan kegiatan vaksin booster pandemi COVID-19 di Menara Bank Mega, Tendean, Jakarta, Selasa (19/4/2022).
Ilsutrasi vaksin. Foto: Dok. Bank Mega
Medan -

Halo detikers, sudah mengikuti vaksin boster? Atau belum? Nah bagi kamu warga yang memiliki aktivitas di tempat publik atau memiliki mobilitas di luar rumah harus segera vaksin boster. Pasalnya pemerintah akan segera menerapkan wajib vaksin boster sebagai syarat mobilitas ke area publik.

Penerapan kebijakan baru tersebut dilatarbelakangi oleh capaian vaksinasi booster yang masih rendah. Berdasarkan data Peduli Lindungi, dari rata-rata orang masuk mall perhari sebesar 1,9 juta orang, hanya 24,6% yang sudah booster.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan aturan ini bakal berlaku dua minggu lagi. Luhut yang juga merupakan Koordinator PPKM Jawa-Bali menyampaikan aturan ini akan diberlakukan sesuai dengan hasil Rapat Terbatas Kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.


Kebijakan baru ini akan diatur melalui peraturan Satgas dan peraturan turunan lainnya. Vaksin booster bakal menjadi syarat untuk beraktivitas di area publik dan juga untuk syarat perjalanan, mulai dari perjalanan udara, darat, maupun laut.

"Pemerintah akan kembali menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dengan kembali mengubah dan memberlakukan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat mobilitas masyarakat ke area publik," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Senin (4/6/2022).

Menteri berdarah batak tersebut menuturkan bahwa di tengah peningkatan kasus yang terjadi, hal ini tentu sangat mengkhawatirkan, mengingat antibodi masyarakat akan semakin berkurang.

"Untuk mendorong vaksinasi booster, syarat perjalanan dan masuk tempat umum seperti mall dan perkantoran, akan diubah jadi vaksinasi booster. Sentra vaksinasi di berbagai tempat, seperti bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan juga akan diaktifkan kembali untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi," ungkap Luhut.

Pemerintah akan terus memberlakukan aturan PPKM Jawa-Bali hingga waktu yang masih belum ditentukan. Semua akan mengikuti hasil evaluasi yang dipimpin langsung oleh Presiden secara berkala.

Luhut mengingatkan peran serta masyarakat merupakan kunci utama dari penanganan pandemi di Tanah Air sampai hari ini. Untuk itu, Luhut memohon kepada masyarakat yang belum melakukan vaksinasi lengkap sampai booster untuk dapat segera mendatangi gerai-gerai vaksinasi yang sudah ada.

"Demi kebaikan kita bersama dalam menghadapi pandemi dan pemulihan ekonomi yang masih berjalan saat ini," pungkasnya.

Simak Video 'Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Kegiatan-Perjalanan':

[Gambas:Video 20detik]



(bpa/bpa)