Polda Mediasi Wakapolres Samosir yang Marahi Pastor di Jalanan

Datuk Haris Molana - detikSumut
Rabu, 22 Jun 2022 12:46 WIB
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjutan saat mediasi pastor dan Wakapolres Samosir.
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjutak saat mediasi pastor dan Wakapolres Samosir. (foto: Datuk/detikSumut)
Medan -

Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra Simanjuntak memediasi kasus perselisihan antara Pastor Paroki St Antonio Claret Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sabat Nababan dengan Wakapolres Samosir, Kompol Togap M. Lumbantobing. Panca pun kemudian menyelesaikan kasus keduanya melalui restoratif justice (RJ).

Pastor Sabat Nababan mengatakan dirinya datang ke Polda Sumut untuk menceritakan permasalahan yang terjadi dengan Wakapolres Samosir. Kemudian, di depan Kapolda Sumut, Sabat mengaku perselisihan itu telah diselesaikan dengan baik.

"Masalahnya itu sudah kita lihat bahwa semuanya selesai baik-baik, kami selesaikan dengan Pak Tobing. Sudah selesai, tidak ada perselisihan," sebut Sabat, Rabu (22/6/2022).


Sabat dengan tegas mengatakan bahwa permasalahan kemarin tidak lagi dibawa dengan berbagai macam persoalan. Dia menyebut, luka itu telah dibalut oleh mereka masing-masing.

"Kami sudah selesai, kami sudah membalut luka kami masing-masing. Maka jangan sampai ada orang lain yang terluka. Kami berdua sudah saling bermaafan," sebut Sabat.

Sabat pun mengapresiasi langkah Wakapolres Samosir yang telah meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

"Ini harus diapresiasi sebagai salah satu prestasi humanis dari kemanusiaan, merasa bersalah, mengaku salah, minta dimaafkan itu dari pihak yang bersalah, saya selaku Pastor membuka pintu maaf, berangkulan," ucap Sabat.

Sementara, Kapolda Sumut Irjen Panca Putra mengatakan bahwa setiap penanganan permasalahan itu harus melalui penegakan hukum. Dia pun memediasi keduanya, dan melakukan restoratif justice atas kasus tersebut

"Restoratif justice menjadi pedoman kita untuk menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi," ucap Panca.

Panca berterima kasih kepada semua pihak dapat menyelesaikan masalah tersebut dari awal. Langkah ini, menjadi contoh kepada masyarakat ke depannya.

"Ini menjadi contoh buat kita semua masyarakat bagaimana menyelesaikan masalah dengan sebaik- baiknya. Mudah-mudahan teman- teman bisa membantu untuk bisa menyelesaikan dan tidak ada lagi sebagaimana yang diharapkan pastur, tidak ada lagi kemudian diangkat-angkat ataupun dibawa bawa kepada hal-hal yang tidak berkepentingan. Beliau-beliau sudah berdamai, beliau-beliau telah menyelesaikan masalahnya," sebut Panca.

Informasi dihimpun detikSumut, perselisihan itu berawal saat Kompol Togap melakukan pengamanan arus lalu lintas kepada petinggi Polri hendak berkunjung ke Samosir, Kamis (16/6) lalu. Saat itu juga, Kompol Togap mengeluarkan kata-kata tidak pantas terhadap Pastor Sabat Nababan yang hendak melintas untuk melayani umat.

Waktu itu Sabat sudah menjelaskan bahwa dia adalah pastor, dan tengah buru-buru. Namun Kompol Togap malah menyebut Sabat adalah pastor gadungan padahal, dia adalah pastor paroki yang membawahi banyak gereja Katolik di Samosir.



Simak Video "Polisi Gagalkan Keberangkatan Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/astj)