Film Ngeri-Ngeri Sedap di Bioskop Siantar Tayang Jam 8 Pagi Besok

Film Ngeri-Ngeri Sedap di Bioskop Siantar Tayang Jam 8 Pagi Besok

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikSumut
Jumat, 17 Jun 2022 16:23 WIB
Bobby saat bersama pemain film Ngeri Ngeri Sedap di Ringroad City Walk.
Bene Dion Rajagukguk bersama pemain film Ngeri-Ngeri Sedap saat premiere di Medan (foto: istimewa)
Medan -

Film yang menggambarkan kehidupan orang Batak, Ngeri-Ngeri Sedap, masih terus diburu oleh pecinta film tanah air khususnya di Sumatera Utara. Seperti di Siantar, film ini tayang lebih pagi yang kabarnya karena peminat yang sangat tinggi.

Kabar ini disampaikan Bene Dion Rajagukguk sebagai sutradara film Ngeri-ngeri Sedap melalui akun Twitternya @bene_dion. Bene mengatakan, di bioskop Siantar pemutaran film Ngeri-ngeri Sedap mulai pukul 08.00 WIB.

"Orang-orang dari Balige, Parapat, Tebing dan sekitar, hanya punya pilihan Cinepolis Siantar. Jadi jam 10 pagi, tiket sampe malam sudah sold out. Akhirnya bioskop mulai besok memutuskan buka sejak jam 8 pagi. Ngeri nai bah!," tulis Bene seperti dilihat, Jumat (17/6/2022).


Untuk memastikan hal itu, detikSumut pun melihat jadwal penayangan film Ngeri-ngeri Sedap di bioskop Siantar City Square di situs resmi cinepolis. Ternyata benar, film Ngeri-ngeri Sedap di bioskop ini mulai tayang pukul 08.05 WIB.

Jadwal pemutaran film Ngeri-ngeri Sedap di bioskop ini hingga pukul 21.35 WIB. Harga tiket di bioskop ini untuk besok Rp 50 ribu.

Alur film Ngeri-ngeri Sedap

Film Ngeri-ngeri Sedap ini bercerita tentang kehidupan sekelo orang Batak yang tinggal di pinggiran Danau Toba. Satu keluarga itu terdiri dari Pak Domu (Arswendy Beningswara), Mak Domu (Tika Panggabean, Domu (Boris Bokir), Sarma (Gita Butar-butar), Gabe (Lolox) dan Sahat (Indra Jegel).

Film ini bercerita tentang kerinduan Mak Domu terhadap ketiga anak laki-lakinya yang merantau ke Pulau Jawa. Ketiga anaknya itu sudah tidak pulang lebih dari tiga tahun.

Film ini juga menggambarkan keinginan dari Pak Domu agar ketiga anak laki-lakinya untuk mengikuti apa yang dia inginkan. Namun ketiganya menolak keinginan Pak Domu itu karena ingin menentukan hidup mereka sesuai keinginan masing-masing.

Singkat cerita, Pak Domu dan Mak Domu pun menghubungi ketiga anaknya yang berada di Jawa itu untuk meminta mereka pulang. Permintaan itu berdasarkan rasa rindu Mak Domu, Pak Domu untuk berbicara langsung agar ketiga anaknya mengikuti keinginannya, dan pesta adat yang akan digelar di rumah orang tua dari Pak Domu.

Namun ketiga anaknya itu tidak ingin pulang. Mereka beralasan memiliki pekerjaan di tempat mereka saat ini yang tidak bisa ditinggal.

Untuk mensiasati agar ketiga anaknya pulang, Pak Domu pun meminta agar Mak Domu mau bersandiwara dengan menyebut mereka akan bercerai. Hal ini semata-mata agar ketiga anaknya pulang, setidaknya untuk membantu menyelesaikan masalah antara mereka berdua agar tidak jadi cerai.

Niat Pak Domu itu pun disetujui oleh Mak Domu. Mereka melakukan sandiwara perceraian yang kemudian direspon oleh ketiga anaknya itu dengan mereka langsung pulang ke kampung halaman.

Dalam film terjadi konflik ketika Mak Domu membeberkan rencana mereka kepada anak-anaknya. Karena hal itu, ketiga anaknya pergi kembali ke Jawa, dan Mak Domu pun pulang ke rumah orang tuanya.



Simak Video "Perawat di Medan Dilecehkan di Ruang ICU Rumah Sakit, Ini Pelakunya!"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/astj)