Cegah PMK, Mobil Bawa Sapi di Perbatasan Aceh-Sumut Diputar Balik

Datuk Haris Molana - detikSumut
Selasa, 24 Mei 2022 23:10 WIB
Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak saat mengecek pos di Langkat
Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak saat mengecek pos di Langkat (Datuk Haris/detikSumut)
Langkat -

Kapolda Sumut Irjen Panca Putra mengecek pos terpadu penyakit mulut dan kuku (PMK) di perbatasan Provinsi Sumut dan Aceh. Saat melakukan pengecekan, Panca meminta agar mobil yang membawa sapi untuk memutar balik.

Pantauan detikSumut, Selasa (24/5/2022), awalnya Kapolda bersama Kasdam I Bukit Barisan dan rombongan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke peternakan warga di Lingkungan 10 Seimeran, Kelurahan Bukit Kubu, Kecamatan Besitang, Langkat.

Di lokasi itu, Kapolda bersama rombongan langsung mengecek kondisi sapi sambil berdialog dengan para peternak. Setelah itu, Kapolda pun bergegas mengecek pos terpadu sambil menyetop kendaraan yang mengangkut sapi di perbatasan Sumut-Aceh.


Sapi yang diangkut lalu diperiksa kesehatannya, dan diminta surat-surat kesehatannya. Panca terlihat berdialog dan memberikan penjelasan kepada sopir yang mengangkut sapi tersebut.

Panca pun meminta sopir untuk memutar balik kendaraannya. Panca mengatakan hal itu untuk mencegah penularan PMK dari Sumut ke Aceh atau pun sebaliknya.

"Putar balik itu dilakukan sementara, sampai nanti tapi tidak masalah kalau sudah sehat nanti, sementara di tutup dulu," sebut Kapolda kepada sopir tersebut.

Kemudian, Panca menjelaskan soal tugas dari pos terpadu yang didirikan di wilayah itu. Panca mengatakan pos itu didirikan untuk melakukan pembatasan pergerakan hewan dari Sumut ke Aceh atau pun sebaliknya.

"Pos terpadu untuk memastikan, melakukan pemeriksaan dan membatasi pergerakan hewan kaitannya dalam rangka kita megeleminir dan membatasi, mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku," tutur Panca.

"Kita sudah sama-sama dengar tadi dan saya sudah cek langsung di Desa (Bukit Kubu) langkah yang kita lakukan adalah meminimalisir pergerakan karena itu salah satu cara kita meredam penyebaran penyakit mulut dan kuku," sambungnya.

Tak hanya itu, Panca juga menyebut bahwa Provinsi Sumut telah melakukan tindakan terkait penyakit mulut dan kuku. Panca menyebut langkah yang diambil dengan melakukan 'lockdown'.

"Saya juga sudah bicara tadi kita rapat di provinsi dan beberapa Minggu lalu sudah kita rapatkan tentang langkah kita yaitu kita melakukan 'lockdown' di tempat-tempat desa," jelas Panca.



Simak Video "Momen Makam Diduga Korban Tewas Kerangkeng Bupati Langkat Dibongkar"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/afb)