Warga di Sibolga Mandi ke Laut Gegara Tak Ada Air, PDAM Bicara

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikSumut
Selasa, 03 Mei 2022 11:43 WIB
Direktur PDAM Tirta Nauli Sibolga Ahmad Kennedy mengecek mobil tangki.
Direktur PDAM Tirta Nauli Sibolga Ahmad Kennedy mengecek mobil tangki. (Foto: Istimewa)
Sibolga -

Sejumlah warga di Sibolga, Sumatera Utara, mengeluhkan tidak adanya air bersih. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, warga terpaksa mandi ke laut karena kesulitan mendapat air bersih.

"Sudah sering air PDAM mati di Kota Sibolga. Apalagi dari hari pertama hingga hari kedua Idul Fitri air mati," kata seorang warga, Lilis, Selasa (3/5/2022).

Lilis mengatakan air sangat dibutuhkan oleh warga untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, minum, mandi dan mencuci. Namun karena tidak adanya air, warga harus mandi ke laut.


"Terpaksa juga mandi air laut," ucapnya.

Terkait hal itu, Direktur PDAM Tirta Nauli Sibolga Ahmad Kennedy Manullang mengatakan, kondisi ketiadaan air ini benar terjadi. Hal ini karena kondisi terjadi penurunan debit air yang ada di sumber air PDAM.

"Sibolga sudah 2 bulan musim kemarau. Puncaknya selama bulan Ramadan menjelang lebaran," Kennedy kepada detikSumut.

Dia menjelaskan, merosotnya debit air di sumber air PDAM di sana semakin diperparah dengan deforestasi yang kian masif di wilayah hulu. Penebangan liar di hutan yang terjadi selama belasan tahun menyebabkan daerah resapan air di hulu semakin sedikit, bahkan berubah gersang.

"Semakin parah akibat penebangan liar yang sudah belasan tahun ini berlangsung. Daerah resapan air di gunung sudah gersang akibat ditebangi. Hingga tanah tidak mampu menahan air lagi seperti dahulu," sambungnya.

Harapan mereka kini bertumpu pada hujan. Jika hujan turun, maka distribusi air bersih ke rumah-rumah warga akan lancar.

Beruntung, pada malam takbiran lalu, hujan deras sempat turun sehingga pihaknya bisa mendistribusikan air ke masyarakat. Jika tidak terjangkau dengan pipa, maka akan menggunakan mobil tangki.

"Hari pertama lebaran kemarin sudah lancar," tuturnya.

Kennedy mengatakan warga yang pergi ke laut untuk mandi juga menunjukkan bahwa air di sungai juga tidak ada. Seharusnya, kata Kennedy, warga mandi ke sungai jika kondisi air PDAM tidak mengalir.

"Masalah masyarakat mandi laut, itu menunjukkan sungai-sungai sudah tidak ada air lagi. Karena biasa kalau air PDAM mati, masyarakat mandi di sungai," pungkasnya.



Simak Video "IPAL PDAM di Bojongsoang Kini Diserbu Warga untuk Bersantai"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/dpw)