Aceh

3 Harimau Mati di Aceh Timur Diduga Terjerat di Leher

Agus Setyadi - detikSumut
Selasa, 26 Apr 2022 15:55 WIB
Kondisi bangkai harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang ditemukan mati terkena jerat di kawasan hutan PT Aloer Timur Desa Sri Mulya, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Minggu, (24/04/2022). Sebanyak Tiga ekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang terdiri dari satu ekor induk betina, satu ekor anak harimau jantan dan satu ekor belum diketahui jenis kelaminnya ditemukan mati diduga akibat terkena jerat babi. ANTARA FOTO/Weinko Andika/Lmo/foc.
3 ekor harimau Sumatera mati terjerat di Aceh Timur, Aceh. (Foto: ANTARA FOTO/Weinko Andika)
Aceh Timur -

Tiga ekor harimau Sumatera yang ditemukan mati dengan kondisi leher terjerat di Aceh Timur, Aceh diperkirakan sudah mati empat atau lima hari sebelum ditemukan.

"Ketiga harimau mati terkena jerat di leher. Dua individu harimau berjenis kelamin jantan dan satu betina," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Miftahuda Dizha Fezuono kepada wartawan, Selasa (26/4/2022).

Polisi dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh telah melakukan nekropsi untuk mencari tahu penyebab kematian tiga harimau tersebut. Dizha mengatakan, pada lokasi pertama ditemukan dua bangkai harimau jantan yang diperkirakan berusia 2-2,5 tahun.


Dizha menjelaskan, kedua harimau itu diperkirakan mati dua hingga tiga hari sebelum ditemukan. Sedangkan di lokasi kedua berjarak sekitar 500 meter ditemukan bangkai harimau betina diperkirakan berusia 5,5 hingga 6 tahun.

"Waktu kematiannya diperkirakan lima hari," jelas Dizha.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan kesimpulan awal dari ahli pihak dokter hewan BKSDA Aceh, penyebab kematian tiga ekor harimau Sumatera ini diduga akibat terganggu pernafasan dan peredaran darah.

Selain itu juga akibat kehabisan oksigen dan adanya penekanan pada saluran nafas dikarenakan bagian leher harimau terjerat tali aring (jerat kawat). Dalam proses nekropsi yang dipimpin dokter BKSDA Rossa, petugas juga mengambil sampel isi lambung untuk diuji di labaoratorium.

"Selain itu kami juga menyita dua gulungan tali jerat/aring dari kedua TKP tersebut," jelas Dizha.

Sebelumnya, tiga harimau Sumatera ditemukan mati terkena jerat babi di hutan seputaran perkebunan sawit di Aceh Timur, Aceh. Bangkai satwa dilindungi itu ditemukan di dua lokasi yang berdekatan.

"Jumlah harimau yang mati diduga akibat terkena jerat sebanyak tiga ekor. Dua bangkai di satu lokasi kemudian satu lagi ditemukan sekitar 500 meter dari bangkai pertama," kata Kapolsek Serbajadi Iptu Hendra Sukmana kepada wartawan, Senin (25/4).

Penemuan bangkai harimau itu berawal dari informasi disampaikan tim Forum Konservasi Lauser (FKL). Tim tersebut awalnya menemukan dua bangkai harimau betina dan jantan yang mati berdempetan, Minggu (24/4).

Setelah adanya informasi, tim gabungan meluncur ke lokasi dan melihat kedua satwa itu terkena jerat. Hendra menjelaskan, jerat tersebut terbuat dari kawat tebal dan diduga dipakai untuk menjerat babi.

Menurut Hendra, sejumlah petugas gabungan kemudian mengamankan lokasi sambil menunggu tim identifikasi dari Satreskrim Polres Aceh Timur serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Beberapa personel melakukan penyisiran sekitar lokasi.

Pada malam hari, petugas kembali menemukan satu bangkai yang juga terkena jerat. Hendra menyebut, ketiga bangkai harimau itu ditemukan di hutan sekitar perkebunan sawit milik salah satu perusahaan.

"Kita masih menyelidiki temuan bangkai harimau tersebut," jelasnya.



Simak Video "Sedih! Evakuasi Bangkai Harimau Sumatera yang Mati Kena Jerat "
[Gambas:Video 20detik]
(agse/astj)