Kapolda Sumut Perintahkan Tindak Tegas Preman

Datuk Haris Molana - detikSumut
Selasa, 26 Apr 2022 10:29 WIB
Kapolda Sumut berikan keterangan terkait kasus Rizkan Putra pria yang mengancam patahkan leher bobby.
Kapolda Sumut berikan keterangan terkait kasus Rizkan Putra pria yang mengancam patahkan leher bobby. Foto: Datuk Haris Molana
Jakarta -

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatra Utara (Sumut) memberikan perintahkan personil polisi tindak tegas pelaku premanisme. Tindakan tersebut harus dilakukan mengingat masyarakat sudah semakin resah terlebih menjelang Idul Fitri.

Hal itu diungkapkan panca kepada wartawan di Markas Kepolisian Kota Besar (Mapolrestabes) Medan, Senin (26/4/2022). Panca mengatakan tindakan tegas terhadap aksi preman akan dilakukan secara rutin dan bukan hanya sebatas operasi saja.

"Saya sampaikan mulai saat ini, kita Polda Sumut, saya sudah perintahkan kepada jajaran tindak tegas kepada para preman apalagi menjelang Idul Fitri ini. Saya harus ingatkan, saya mohon maaf imbauan ini saya sampaikan dengan sungguh- sungguh dan saya mohon jangan ganggu masyarakat untuk mempersiapkan diri memasuki hari raya Idul Fitri termasuk juga lainnya," katanya.


Panca mengatakan dalam menghadapi lebaran, Polda Sumut bersama seluruh jajaran sebelum melaksanakan operasi ketupat Toba tahun 2022, pihaknya melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan melalui operasi preman.

"Buat teman - teman preman sampai tanggal 28 nanti kita akan terus melaksanakan operasi preman, tapi bukan hanya sampai tanggal 28, dan seterusnya," sebut Panca.

Panca menilai tentunya langkah yang diambil seseorang itu menjadi preman dilatarbelakangi kebutuhan ekonomi. Akan tetapi, langkah itu sangat meresahkan masyarakat.

"Saya tahu saudara-saudara melakukan kegiatan itu karena kebutuhan ekonomi saudara, tapi taulah saudara-saudara harus paham bahwa tindakan saudara itu meresahkan masyarakat. Kalau kita berpikir dengan jernih, saudara melakukan dengan baik, berpikir dengan baik saudara-saudara tidak perlu melakukan itu," ucap Panca.

"Kalau ekonomi masyarakat nggak bertumbuh, maka akibat tindakan para preman maka percayalah negara ini akan runtuh," sebut Panca.

Panca mengaku dirinya telah berbicara langsung dengan Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Panca pun bersepakat agar mereka difasilitasi untuk mendapat kerja yang layak.

"Saya sudah bicara dengan Pak Wali Kota (Medan). Saya tahu bahwa preman- preman ini adalah orang-orang yang melakukan tindakannya untuk ekonomi. Saya, kita harus sepakat bahwa mereka harus difasilitasi untuk bisa mendapat pekerjaan yang baik," sebut Panca.

Panca kemudian meminta agar para preman yang diamankan mendukung program yang dibuat pemerintah walau itu terasa berat.

"Makanya kalau pemerintah bikin program, saudara harus dukung, contoh e-parking. Kebijakan pemerintah itu harus saudara dukung. Saya tahu kebijakan pemerintah mungkin berat bagi saudara - saudara karena saudara selama ini merasa nyaman mendapatkan keuntungan. Tapi saudara harus tahu, tindakan saudara itu merugikan perekonomian dan keuangan negara," ujar Panca.

Panca menegaskan Wali Kota Medan telah mengatur soal e-parking. Dia meminta agar para preman itu dipekerjakan dengan syarat tertib, dan terdaftar.

"Maka Pak Wali Kota sudah mengatur, saudara- saudara yang mengurus parkir itu saudara dipekerjakan. Namun harus tertib, harus dilapor dan terdaftar di pemerintah," tegas Panca.

Sebelumnya, jajaran Polrestabes Medan melaksanakan operasi premanisme dan kejahatan jalanan. Dalam tiga hari, polisi pun menggulung 135 bandit jalanan.

"Selama tiga hari ini yaitu mulai tanggal 22 sampai 24 April Tahun 2022, hasil yang didapat selama 3 hari pelaksanaan kegiatan operasi ini Polrestabes Medan berhasil mengungkap 133 kasus dengan jumlah pelaku atau diduga pelaku 135 orang," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda.



Simak Video "Momen Gubsu Edy-Walkot Bobby Salat Id di Lapangan Merdeka Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/bpa)