Cerita Korban Kebakaran di Asahan: Lompat ke Laut untuk Selamatkan Diri

Perdana Ramadhan - detikSumut
Minggu, 17 Apr 2022 10:08 WIB
Hafsah (baju biru) tampak disabarkan tetangganya saat melihat sisa puing bangunan rumah yang terbakar
Foto: Hafsah (baju biru) tampak disabarkan tetangganya saat melihat sisa puing bangunan rumah yang terbakar (Perdana Ramadhan/detikSumut)
Medan -

Peristiwa kebakaran hebat yang terjadi di perkampungan nelayan Asahan, Sumatera Utara, pagi tadi menyisakan cerita pilu bagi para korbannya. Mereka harus melihat rumah kesayangannya hangus terbakar.

Salah satunya seorang ibu bernama Hafsah Marpaung (55). Sesekali dia menyeka air mata dan memeluk erat keluarga hingga tetangga yang mendatanginya. Sesekali juga tangisnya pecah.

Meski tampak tegar, janda dua anak ini terlihat terus melihat sisa puing bangunan rumahnya yang kini rata dengan tanah. Sementara dua anaknya terlihat menata kembali sisa-sisa seng atau bekas perabotan rumah yang terbakar.


Hafsah berkisah saat kejadian dia sedang tidur. Di dalam rumah ada empat orang. Selain dirinya dan kedua anaknya, juga ada orang tuanya yang berumur sepuh 85 tahun.

"Malam itu kami semua tidur. Ada mamak juga umurnya 85 udah payah jalan," kata dia, Minggu (17/4/2022).

Hafsah menceritakan detik-detik dia mengetahui kebakaran. Saat itu, dia mendengar suara gaduh tetangga.

"Api-api. Keluar cepat api sudah besar," kata dia menirukan suara kepanikan warga saat itu.

Kebakaran di perkampungan nelayan AsahanKebakaran di perkampungan nelayan Asahan (Perdana/detikSumut)

Listrik sudah padam saat itu. Dalam kondisi panik dan keadaan rumah yang gelap dia berusaha membopong orang tuanya keluar dari rumah. Sementara anak-anaknya berusaha menyelamatkan barang yang bisa di bawa.

Namun baru beberapa saat melangkah dari rumah, dia susah bergerak karena kondisi gang rumah yang sempit ditambah ramainya warga yang keluar ingin menyelamatkan barang barang.

"Tapi begitu ke luar rumah, kami enggak bisa kema-mana, terkepung. Enggak ada jalan keluar. Di situ saya bilang ke anak-anak selamatkan nyawa dulu, tinggalkan barang-barang," kata dia.

Satu satunya jalan agar bisa menyelamatkan diri dari kepungan api mereka harus turun ke laut dan naik ke atas sampan nelayan. Lokasi kebakaran itu memang berbatasan langsung dengan laut tempat dimana nelayan menyandarkan sampannya.

"Satu satunya cara kami lompat ke laut, naik sampan waktu itu memang sudah banyak sampan-sampan yang datang," kata dia.

Setelah api padam dan memastikan seluruh anggota keluarga selamat, barulah Hafsah kembali melihat sisa puing bangunannya.

"Cuma baju di badan ini sajalah yang lengket. Barang barang habis, ini kereta (sepeda motor) juga ikut terbakar," kata wanita yang baru setahun ditinggal mati suaminya ini.

Sementara saat ini Hafsah harus menumpang tinggal di tempat keluarganya. Sambil menunggu bantuan dan memikirkan menata kehidupan mereka kembali.

"Namanya bencana ya sudah ikhlas. Allah yang mengatur semua ini, harta cuman titipan," kata dia membesarkan hati.

Sebelumnya diberitakan, ada 54 rumah warga yang terbakar di perkampungan nelayan Asahan ini. Dari dugaan sementara, kebakaran diakibatkan karena korsleting listrik.

"Kalau perkiraan awal sekitar lima puluh rumah warga itu habis terbakar. Dugaannya dari korsleting listrik," kata Kapolsek Sei Kepayang, AKP Sabran.



Simak Video "Pasutri di Asahan Bersaing di Pilkades Gegara Tak Ada Lawan"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)