Sebanyak 168 sumur minyak milik masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, kini telah masuk dalam tata kelola resmi pemerintah. Dari ratusan sumur tersebut, pengangkutan minyak sudah berjalan dengan produksi awal sekitar 200 barel per hari.
Direktur Utama PT Keban Berkah Energi (KBE) Rizky Nugraha mengatakan, 168 sumur yang telah dikelola berada di Kecamatan Lawang Wetan, Keluang, dan Sanga Desa. Sementara itu, sekitar 1.700 sumur minyak masyarakat lainnya masih menjalani proses verifikasi.
"Yang sudah kami kelola ada 168 sumur. Sekitar 1.700 sumur lainnya masih dalam proses verifikasi," kata Rizky usai penandatanganan kerja sama transportasi minyak di Palembang, Kamis (30/7/2026).
Menurut Rizky, pengelolaan sumur minyak masyarakat tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sumur Minyak Masyarakat.
"Melalui aturan itu, minyak dari sumur masyarakat dapat dikelola dan didistribusikan melalui mekanisme yang resmi," ujarnya.
Seiring dimulainya pengelolaan, proses pengangkutan minyak juga telah dilakukan. Saat ini pengangkutan masih dalam tahap uji coba yang sudah berjalan sekitar tiga pekan dengan volume mencapai sekitar 200 barel per hari.
"Uji coba pengangkutan sudah dimulai sejak tiga minggu lalu. Hari ini kami sekaligus melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama untuk mendukung kegiatan tersebut," ujarnya.
Untuk mendukung distribusi minyak, KBE menggandeng perusahaan transportasi yang memiliki perizinan pengangkutan bahan berbahaya dan beracun (B3). Saat ini pengangkutan dilakukan menggunakan tiga armada.
Rizky memastikan jumlah armada akan ditambah secara bertahap apabila semakin banyak sumur masyarakat yang lolos verifikasi dan mulai berproduksi.
"Kalau jumlah sumur yang dikelola bertambah, tentu kebutuhan armada juga akan meningkat mengikuti volume produksi," katanya.
Sementara itu, Komisaris Utama PT Sidomulyo Selaras Tbk. Tjoe Mien Sasminto mengatakan pihaknya telah mengoperasikan tiga armada pengangkut minyak dan berencana menambah empat unit lagi dengan kapasitas yang lebih besar.
"Saat ini ada tiga armada yang sudah beroperasi. Ke depan akan kami tambah empat unit lagi dengan kapasitas lebih besar apabila produksi meningkat," ujarnya.
Menurutnya, bertambahnya jumlah sumur masyarakat yang masuk dalam tata kelola resmi tidak hanya membuka peluang usaha di sektor logistik, tetapi juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sumur minyak di Musi Banyuasin.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(dai/dai)