Ketua TP PKK Kabupaten Merangin Lavita Mudahar Syukur mengajak masyarakat mengurangi sampah plastik dengan membiasakan pemilahan sampah. Dia melakukan cara edukasi itu dengan turun langsung menyambangi rumah ke rumah.
"Kita di sini melakukan cara edukasi yang baik kepada warga agar meminta warga aktif memilah sampah dari rumah. Sampah plastik seperti botol bekas harap dimasukkan ke dalam tong kawat yang telah disediakan," kata Lavita dalam keterangan tertulis yang diterima detikSumbagsel, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan itu dilakukan Lavita dengan diawali dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Merangin sebelum rombongan bergerak menuju permukiman warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Lavita, dengan turun langsung ke rumah warga, Gerakan Merangin Peduli Lingkungan (Gemilang) lebih mudah dipahami. Kata dia, program Gemilang ini pertama dilakukan di kawasan Pulau Kemang, Kelurahan Dusun Bangko.
Kepada warga, Lavita menekankan agar masyarakat mengurangi sampah plastik serta membiasakan pemilahan sampah.
Lavita mengatakan perubahan kebiasaan dalam mengelola sampah perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Melalui program Gemilang ini, dia mendorong warga memisahkan sampah organik dan anorganik agar pengelolaannya lebih mudah.
"Jadi dengan hal ini kami terus meminta masyarakat aktif memilah sampah dari rumah. Warga mesti dapat memahami pemilihan sampah ini yang mana sampah plastik dan yang mana sampah seperti botol bekas diletakkan di tong yang sudah disediakan," ujarnya.
Dalam sosialisasi dari rumah ke rumah tersebut, TP PKK Merangin turut membagikan tempat penampungan sampah berbahan kawat ram kepada warga. Fasilitas itu disiapkan untuk menampung sampah plastik, termasuk botol bekas, agar dapat dikumpulkan secara terpisah.
Selain sampah plastik, Lavita meminta warga memanfaatkan sampah organik yang dihasilkan setiap hari. Sisa bahan makanan dan sampah organik lainnya dapat diolah menjadi pupuk untuk tanaman di pekarangan rumah.
"Sementara untuk sampah organik, kami dorong warga mengolahnya menjadi pupuk tanaman di pekarangan rumah masing-masing," katanya.
Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan atau Gemilang itu digagas untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan. Pendekatan langsung kepada warga diharapkan membuat pemilahan sampah tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lavita berharap masyarakat ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan dengan mengelola sampah secara tepat dari rumah masing-masing.
"Kami mendorong warga mulai memilah sampah dari rumah agar kebersihan lingkungan bisa dijaga bersama," tutupnya.
