Bencana alam seperti gempa bumi, banjir, kebakaran hutan, tanah longsor, hingga letusan gunung berapi dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan dini. Memiliki tas siaga bencana atau go bag merupakan salah satu langkah kesiapsiagaan paling krusial dalam mitigasi bencana untuk melindungi diri dan keluarga.
Dilansir dari laman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tas siaga bencana adalah tas darurat yang dikemas berisi perlengkapan bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhan dasar minimal selama 72 jam atau 3 hari pertama setelah kejadian.
Periode tersebut merupakan masa kritis evakuasi awal ketika bantuan logistik pemerintah maupun tim penyelamat (rescue) belum dapat menjangkau lokasi bencana. Tujuan utama penyediaan tas ini adalah memastikan Anda dan keluarga tetap aman, sehat, serta terhubung dengan saluran informasi darurat.
Berikut informasi lengkap mengenai daftar isi wajib, tips penyiapan, hingga momentum yang tepat untuk membawa tas siaga bencana.
Kapan Harus Membawa Tas Siaga Bencana?
Setiap warga yang tinggal di kawasan rawan bencana harus responsif dalam mengenali sinyal bahaya untuk segera mengambil tas siaga bencana. Berikut momentum utama kapan Anda harus membawa tas go bag:
- Saat terjadi guncangan gempa bumi kuat dan situasi mengharuskan Anda mengungsi ke titik kumpul aman.
- Saat diterbitkan peringatan dini tsunami, banjir bandang, atau tanah longsor oleh lembaga berwenang.
- Saat terdengar bunyi sirene evakuasi darurat atau instruksi pengungsian dari petugas pemerintah setempat.
- Saat timbul potensi ancaman bahaya secara langsung bagi warga yang bermukim di lereng gunung api aktif, bantaran sungai, atau garis pantai.
Simak Video "Video: Momen Pedro Acosta-Alex Marquez Crash di Sprint Race MotoGP Jepang"
(mep/mep)