Setiap tanggal 4 September, masyarakat dan pelaku dunia usaha di Indonesia memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas). Momen tahunan ini menjadi perwujudan apresiasi setinggi-tingginya dari berbagai perusahaan terhadap peran penting pelanggan dalam keberlangsungan bisnis di tanah air.
Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar perayaan biasa atau ajang berburu promo semata, melainkan ruang kolaborasi untuk mempererat hubungan antara penyedia layanan dan konsumen demi menghadirkan pelayanan yang lebih ramah, manusiawi, serta berkelanjutan.
Berikut penjelasan lengkap mengenai tema hingga sejarah berdirinya Hari Pelanggan Nasional yang dirayakan setiap tahun tanggal 4 September.
Sejarah Hari Pelanggan Nasional
Dilansir instagram resmi @harpelnas, Hari Pelanggan Nasional sudah ada sejak 23 tahun lalu, tepatnya pada 2003. Memasuki usia lebih dari dua dekade ini menjadi pengingat bahwa tanpa pelanggan, bisnis tidak berjalan atau stuck.
Prinsip itulah yang mejadi langkah awal lahirnya Harpelnas. Bukan cuma satu-dua perusahaan, tetapi ratusan perusahaan di seluruh Indonesa baik swasta maupun BUMN turut merayakan peringatan ini setiap tahunnya.
Harpelnas pertama kali diperkenalkan oleh Handi Irawan D. Pada tahun 2003, dukungna datang dari BUMN, sektor swasta, pemerintah, bahkan presiden pun ikut meresmikannya saat itu. Pada hari tersebut, besar harapan kepada perusahan memegang prinsip tidak hanya melayani pelanggan sebagai kewajiban, melainkan memahaminya sebagai bagian dari jiwa perusahaan.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(mep/mep)