Kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan, kian memburuk pada Kamis (3/9/2026). Konsentrasi particulate matter (PM2.5) di kawasan Musi 2 Palembang milik BMKG, tercatat masuk kategori merah atau sangat tidak sehat sejak pukul 03.00 WIB hingga 08.00 WIB.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara di Musi 2 Palembang, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 192,1 mikrogram per meter kubik pada pukul 03.00 WIB. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 235,6 mikrogram per meter kubik 1 jam kemudian.
Kemudian pukul 05.00 WIB, kembali mengalami peningkatan menjadi 232,2 µg/m³. Setelahnya, turun ke level 177,5 µg/m³, naik lagi menjadi 194 µg/m³, dan turun pada pukul 08.00 WIB menjadi 164,4 µg/m³.
"Selama 6 jam (pukul 03.00 WIB-08.00 WIB), kualitas udara di Palembang tercatat kategori merah atau sangat tidak sehat," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis.
Kondisi itu membuat kualitas udara di kawasan Palembang semakin mengkhawatirkan. Kabut asap juga terlihat jelas sejak pagi hingga menutupi jarak pandang.
Tak hanya itu, bau asap juga tercium hingga membuat mata terasa pedih ketika berada di luar ruangan, khususnya saat berkendara.
Dia menyebut, kualitas udara di Palembang dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh keberadaan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Sumsel.
"Khususnya asap karhutla di wilayah OKI dan sekitarnya," ungkapnya.
"Kondisi kualitas udara ini perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan," sambungnya.
Simak Video "Kemendagri Beri Apresiasi Pemerintah Daerah Wilayah Sumatera"
(csb/csb)