Bolehkah Mandi Wajib Setelah Subuh Saat Puasa? Simak Jawabannya!

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Jumat, 20 Feb 2026 07:30 WIB
Ilustrasi mandi wajib. (Foto: Getty Images/iStockphoto/nikkytok)
Palembang -

Mandi wajib merupakan langkah awal untuk menyucikan diri dari hadas besar, seperti haid, berhubungan intim, keluar mani karena mimpi basah, hingga nifas. Lalu, bolehkah mandi wajib setelah Subuh saat puasa?

Permulaan puasa dimulai ketika memasuki waktu Fajar atau imsak, tepatnya 10 menit sebelum Subuh. Setelah waktu itu, umat Islam dilarang melakukan hal-hal yang membatalkan puasa termasuk makan, minum, hingga berhubungan intim.

Perihal mandi wajib atau mandi junub memiliki aturan tersendiri apabila dikerjakan setelah sholat Subuh. Hal ini mempertimbangkan kebiasaan yang dilakukan Rasulullah SAW sebagaimana diceritakan Aisyah RA.

Keutamaan Mandi Wajib

Mandi wajib atau mandi besar selepas haid memiliki keutamaan dan kedudukan hukum dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda kepada Fatimah binti Abu Hubaish dengan mengatakan:

"Apabila masa haidmu datang maka tinggalkanlah salat dna jika telah suci maka mandi dan salatlah," (HR. Bukhari.

Hadis di atas menjelaskan keutamaan mandi wajib atau hadas besar sebagai syarat untuk melaksanakan salat dan tawaf. Secara syariat mandi merupakan menuangkan air yang suci ke seluruh tubuh dengan cara khusus.

Dalam Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 6 dijelaskan juga mengenai aturan dan keutamaan mandi wajib. Berikut ini bunyinya:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝٦

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah."

Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu.

Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur," QS. Al-Maidah ayat 6.



Simak Video "Ramadan dan Kesetaraan Gender di Era Digital"


(mep/mep)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork