Pohon Kuburan Bayi di Tana Toraja Bikin Turis Asing Takjub

Wisata Sulawesi Selatan

Pohon Kuburan Bayi di Tana Toraja Bikin Turis Asing Takjub

Rachmat Ariadi - detikSulsel
Minggu, 21 Agu 2022 12:02 WIB
Wisatawan asing takjub melihat pohon kuburan bayi di Tana Toraja.
Wisatawan asing takjub melihat pohon kuburan bayi di Tana Toraja. (Foto: Rachmat Ariadi)
Tana Toraja -

Pohon kuburan bayi atau baby graves di Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Destinasi wisata ini bahkan membuat takjub para wisatawan mancanegara yang berkunjung dan melihatnya langsung.

"Ini sangat menakjubkan. Sedikit membuat bulu kuduk berdiri tapi cerita di balik pohon ini membuat kami sangat antusias," kata salah seorang wisatawan asal Australia, Sharon kepada detikSulsel, Sabtu (20/8/2022).

Sharon bersama rombongan turis lain mengelilingi pohon kuburan bayi tersebut. Sharon dan teman-temannya terlihat sangat antusias mendengarkan pemandu wisata menjelaskan tentang kuburan bayi yang ada di pohon tersebut.


Menurut Sharon pohon kuburan bayi ini harus dijaga dan dilestarikan. Pasalnya pohon kuburan bayi ini merupakan bukti peradaban masyarakat Toraja terdahulu.

"Ini harus dijaga dan dilestarikan, ya karena ini bukti peradaban masyarakat Toraja terdahulu. Semua orang pasti suka ini," ucap Sharon.

Penjaga pohon kuburan bayi, Marthen Domme menjelaskan penguburan bayi di pohon tersebut disebut dengan tradisi Passiliran. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Toraja terdahulu yang menganut Aluk Todolo (kepercayaan leluhur).

Pada tradisi ini, masyarakat Toraja memakamkan jenazah bayi di sebuah pohon besar disebut pohon Tarra atau pohon sukun. Pohon ini telah berusia ratusan tahun.

"Ini pohon Tarra namanya. Pohon yang sudah berusia ratusan tahun. Bagi masyarakat Toraja terdahulu, kalau ada bayi meninggal itu dimakamkan di pohon besar ini," kata Mathen Domme.

Pohon kuburan bayi ini terletak di tengah hutan. Pohon tersebut memiliki ukuran yang sangat besar, kurang lebih berdiameter 100 cm.

Nampak beberapa badan pohon memiliki tanda persegi, yang menandakan terdapat jenazah bayi di dalamnya. Semakin banyak tanda persegi di pohon itu, semakin banyak jenazah bayi yang ada di dalamnya.



Simak Video "Solar di Tana Toraja Langka, Sopir Truk-Bus Rela Menginap di SPBU"
[Gambas:Video 20detik]
(alk/tau)