Balai Siapkan 2 Pulau di TN Taka Bonerate untuk Jadi Kawasan Khusus Wisata

Al Khoriah Etiek Nugraha - detikSulsel
Sabtu, 18 Jun 2022 14:27 WIB
Taman Nasional Taka Bonerate di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan  (Dok. Istimewa).
Foto: Taman Nasional Taka Bonerate di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Dok. Istimewa).
Selayar -

Balai Taman Nasional Taka Bonerate mulai mengembangkan pariwisata pulau Belang-Belang dan Tarumpa Kecil di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Upaya ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi pariwisata di Taka Bonerate yang terkenal memiliki Atol terbesar ketiga di dunia.

"Ada pulau Belang-Belang dan pulau Tarupa Kecil, itu dua zona pemanfaatan untuk kami membangun sarana dan prasarana pariwisata," ungkap Kepala Balai TN Taka Bonerate Faat Rudhianto kepada detikSulsel, Jumat (17/6/2022).

Faat menjelaskan, Taman Nasional Taka Bonerate memiliki potensi wisata yang luar biasa. Memiliki luas 530.000 hektar diantaranya 220.000 hektar gugusan terumbu karang. Atol terbesar ketiga di dunia juga membuat Taman Nasional Taka Bonerate menjadi salah satu tujuan favorit untuk wisatawan bahari.


"Terutama wisatawan yang memiliki minat khusus pada diving atau snorkeling. Menangkap animo masyarakat yang begitu tinggi sehingga dalam pengelolaannya tentunya dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai," tambahnya.

Pihak balai bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar kini tengah menyusun Feasibility Study dan Detailed Engineering Design (DED) pengembangan pariwisata di kedua pulau ini. Saat ini, lanjut Faat, kedua pulau tersebut ada tidak memiliki fasilitas pariwisata sama sekali.

"Untuk DED nya itu paling tidak menyediakan fasilitas pariwisata standar kepada pengunjung. Misalnya ketersediaan toilet kemudian akomodasi, dermaga, rumah makan, kemudian tempat tambatan kapal, dan sarana kelistrikan dan penunjang lainnya," jelas Faat.

Pengembangan pariwisata di kedua pulau tersebut juga memperhatikan ekosistem dan sekitarnya. Faat mengatakan pihaknya telah berdiskusi bersama warga sekitar terkait pengembangan dan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata di dua pulau tersebut.

"Kemudian bagaimana dengan ekosistem yang ada di sekitarnya. Apa dampaknya kalau itu di bangun, kami telah melakukan FGD dengan masyarakat, untuk meminta masukan dari masyarakat," kata Faat.

Faat mengatakan seluruh kawasan Taman Nasional Taka Bonerate memiliki potensi yang besar. Namun, berdasarkan konsultasi publik yang dilakukan, kedua lokasi ini ditetapkan sebagai tempat pengembangan pariwisata di kawasan Taka Bonerate.

"Penyusunan dan penetapan zona pemanfaatan itu menggunakan tim terpadu yang melibatkan tokoh masyarakat, perguruan tinggi dan pemerintah daerah," kata Faat.

Faat menambahkan, saat ini pulau dengan fasilitas pariwisata yang lengkap hanya terdapat di Pulau Tinabo. Pulau ini merupakan ikon utama dari Taman Nasional Taka Bonerate.

"Yang sudah terbangun fasilitas itu baru di pulau Tinabo yang menjadi ikon Taman Nasional Taka Bonerate," jelasnya.

Melalui pengembangan pariwisata di pulau Belang-Belang dan pulau Tarupa Kecil akan memudahkan pengunjung dalam mengakses spot-spot penyelaman di kawasan Taka Bonerate. Seperti diketahui Taman Nasional Taka Bonerate memiliki 43 lebih spot penyelaman dengan pemandangan alam bawah laut yang luar biasa.



Simak Video "Berkeliling Kota Sore Hari dengan Sepeda Fixie, Sulawesi Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)