Wanita bernama Rahmawati (52) mengamuk sambil menggendong jasad cucunya di Rumah Sakit Umum (RSD) Tenriawaru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Rahmawati menuding dokter lambat melakukan penanganan sehingga cucu laki-lakinya diduga meninggal dalam kandungan.
"Meninggal itu memang ketetapan Tuhan, tapi saya kecewanya sama dokter yang lamban dalam penanganannya," ujar Rahmawati kepada detikSulsel, Jumat (16/10/2026).
Peristiwa itu terjadi di RSUD Tenriawaru Bone, Jalan Wahidin Sudirohusodo, Watampone, Kamis (15/10) sekitar pukul 11.00 Wita. Rahmawati menjelaskan, persoalan ini bermula saat menantunya masih sempat bolak-balik di RS usai mengalami kontraksi.
"Setelah keluar dari rumah sakit dan berada dua hari di rumah masuk lagi rumah sakit pada hari Rabu (14/10) sore karena muntaber," tuturnya.
Rahmwati melanjutkan, menantunya lalu diperiksa dan bayi yang dikandungnya masih dinyatakan sehat. Saat itu menantunya sempat diberi suntikan pereda nyeri, namun sakitnya tidak kunjung hilang hingga keluarga mencari dokter.
"Dokter belum datang-datang. Saya bertanya ke perawatnya kenapa dokter belum datang melihat, dan kesakitannya tidak berhenti-henti," ucap Rahmawati.
Pada malam harinya, menantu Rahmawati mengalami kesakitan dan meminta agar dilakukan operasi. Hanya saja, perawat beralasan belum ada perintah dari dokter.
"Dokter dihubungi belum merespons dan tidak ada juga perintahnya, saya langsung bilang ke perawat untuk diberikan perhatian khusus," sebutnya.
Rahmawati pun berinisiatif menghubungi dokter pada Kamis (15/8). Dia kembali kecewa karena menantunya yang masih mengalami kesakitan tidak langsung mendapatkan tindakan.
"Saya sampaikan (ke dokter) sakitnya terus menerus ini, dan minta ma petunjuk apakah dirujuk ke Makassar, dokter bilang, 'saya layani dulu pasien yang pendarahan di RS Yasin," sambung Rahmawati.
Selang 30 menit kemudian, Rahmawati kembali menghubungi dokter karena air ketuban menantunya sudah pecah. Saat itu Rahmawati yang dalam kondisi panik mengaku tidak mendapat respons dari dokter hingga cucunya meninggal pada Kamis (15/10) siang.
"Ini menantuku belum dibawa ke operasi, pas di ruang operasi belum lagi dilakukan operasi karena tidak ada dokter, dan langsung hitam pas keluar karena kehabisan oksigen. Jadi itu cucuku meninggal dalam kandungan sekitar jam 11 siang," jelasnya.
Rahmawati lantas meluapkan kekesalannya usai jenazah cucunya sudah dikeluarkan dari kandungan. Dia keluar kamar operasi sambil membawa jenazah cucunya di hadapan tenaga kesehatan RSUD Tenriawaru.
"Saya tanya perawat, menantuku sudah melahirkan, cucuku sudah lahir dan ini jenazahnya. Out of control ma (hilang kendali) di situ, mengamuk-ngamuk ma," ungkap Rahmawati.
Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi, Kepegawaian, Hukum, dan Humas RSUD Tenriawaru, Junaedi belum menanggapi persoalan itu. Dia berdalih direksi rumah sakit akan memberikan penjelasan lewat jumpa pers.
"Iya, nanti konferensi pers," singkat Junaedi yang dikonfirmasi terpisah.
Simak Video "Mengungkap Keahlian Membuat Kapal Phinisi di Tana Beru, Sulawesi Selatan"
(sar/asm)