Sebanyak 4.485 warga pada 4 kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing dan tidak ada yang mengungsi.
"Sebanyak 4.485 warga terdampak banjir di 4 kecamatan. Mereka semua bertahan dan tidak ada yang tinggal di posko pengungsian," ujar Analisis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Bone Muh Nur Fajar kepada detikSulsel, Sabtu (9/5/2026).
Fajar merinci 4 kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Tanete Riattang, Tanete Riattang Timur, Awangpone, dan Sibulue. Namun yang paling banyak warga terdampak di Tanete Riattang Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling parah di Timur (Kecamatan Tanete Riattang Timur). Hampir semua wilayah terdampak banjir, dan Kelurahan Panyula sekitar 1.800 jiwa," katanya.
Sekaitan dengan gedung dan sekolah, Fajar mengaku masih menunggu rekapan data dari setiap desa dan kelurahan. Sebab, dua hari ini wilayah yang terdampak banjir fokus dilakukan pendataan.
"Kita masih menunggu rekapan dari semua wilayah sekaitan dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang terdampak banjir. Anggota masih mendata semua," jelasnya.
Untuk diketahui, banjir di Kabupaten Bone menewaskan dua orang. Korban merupakan anak bernama Muh Arsyah (6) di Kelurahan Panyula dan nenek lansia bernama Naima (80) di Kelurahan Bajoe.
Banjir juga dilaporkan merendam fasilitas umum di sejumlah wilayah. Di antaranya kantor Polres, Kejaksaan Negeri, hingga SMPN 3 Watampone terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa.
(asm/ata)











































