Duduk Perkara Sekwan Bone Teriaki Legislator DPRD di Jakarta-Diusul Diganti

Duduk Perkara Sekwan Bone Teriaki Legislator DPRD di Jakarta-Diusul Diganti

Agung Pramono - detikSulsel
Senin, 16 Mar 2026 15:30 WIB
Anggota Komisi 1 DPRD Bone Adriani Alimuddin Page.
Anggota Komisi 1 DPRD Bone Adriani Alimuddin Page. Foto: (Agung Pramono/detikSulsel)
Bone -

Anggota Komisi 1 DPRD Bone Adriani Alimuddin Page mengungkap kronologi Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bone Faidah meneriakinya saat kunjungan kerja di Jakarta. Adriani menyebut insiden bermula ketika ia mengkritik kinerja Faidah sebagai Sekwan.

"Saya tidak tahu ini Bu Sekwan. Karena kan begini, kita ada grup di DPRD, setiap mau pencairan dana tidak mau selesai tepat waktu, makanya saya tanya apa kerjanya ini Sekwan," ujar Adriani kepada detikSulsel, Senin (16/3/2025).

Pernyataannya dalam grup WhatsApp DPRD Bone itu kemudian disebutnya berlanjut ke luar. Menurut Adriani, Sekwan Faidah kerap buang muka kepada dirinya ketika bertemu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin karena jengkel dengan kata-kata itu (apa kerjanya Sekwan), makanya setiap ketemu langsung buang muka," katanya.

Belakangan, semua komisi di DPRD Bone melakukan kunjungan kerja dan menginap di Hotel Novotel Jakarta pada 5-7 Maret. Di situlah Sekwan Faidah meneriaki dirinya di hadapan banyak orang, tepatnya di lobi hotel pada Jumat (6/3) sekitar pukul 09.00 WIB.

ADVERTISEMENT

"Pas kunjungan ke Jakarta, saya keluar kamar dan ke lift. Pas keluar menuju di lift, Sekwan buang muka. Pas terbuka lift itu isinya hampir penuh, dan masuklah itu Sekwan dan Kabag Umum, tapi buang muka langsung," sebut Adriani.

"Di lift saya berdekatan Kabag Umum, lalu Sekwan, saya tegur 'kenapa modelmu seperti anggota DPRD?', tapi tidak ada yang menyahut. Makanya saya tantang sijagguruki pale koe (berkelahi ki di sini), nda ada yang pernah bicara (menjawab)," sambung Adriani.

Saat tiba di lobi hotel, sejumlah anggota DPRD Bone sudah menunggu untuk berangkat melakukan kunjungan. Namun tiba-tiba Faidah berteriak dan menantang Adriani hingga menjadi pusat perhatian.

"Pas sampai di bawah langsung berteriak di depan pintu lobi bilang 'hei Adriani, muasengka mitau ku iko' (kau kira saya takut sama kau), kurang ajar. Spontan saya langsung lari kejar, dan banyak yang lerai. Saya masih panas, saya kejar lagi tapi tidak bisa tembus," jelasnya.

Adriani mengaku dirinya kemudian menghubungi Faidah secara langsung setelah amarahnya tak terluapkan. Namun dia mengaku tidak mendapat respons dari Faidah.

"Saya tidak puas, saya telepon dia dan saya chat tidak dibalas, saya bilang jangan berteriak kalau banyak pi orang. Setelah itu saya pulang ke Bone langsung dijadwalkan rapat pimpinan. Pada saat rapat saya tidak tahu keluarga mau datang dari Kecamatan Amali menuntut Sekwan diberhentikan," bebernya.

Dia menegaskan bahwa, masalah ini ada yang mengaitkan dengan anggaran di DPRD Bone. Padahal menurutnya, substansi masalah adalah etika dan kinerja Sekwan tidak bagus.

"Ada juga yang bilang masalah dengan Sekwan selama ini anggaran, padahal bukan persoalan anggaran. Ini Bu Sekwan bahkan naancam anggota DPRD tidak mau tandatangani SPPD-nya. Yang jelas Sekwan ini tidak paham tufoksi sebagai sekwan, etika tidak bagus dan kinerjanya buruk. Fungsi mereka kan melayani DPRD," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, DPRD Kabupaten Bone mengusulkan pemberhentian Sekwan Faidah dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat DPRD Bone Lis Amalia Nurman. Usulan pemberhentian itu lantaran Sekwan diduga meneriaki anggota DPRD bernama Adriani Alimuddin Page saat kunjungan kerja di Jakarta.

"Iya (rekomendasi pemberhentian Sekwan dan Kabag Umum). Berdasarkan hasil rapat konsultasi pimpinan bersama pimpinan fraksi dan AKD telah mengambil keputusan untuk mengusulkan pemberhentian Sekretaris Dewan dan Kabag Umum," ujar Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong, Jumat (13/3).




(asm/hsr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads