Sopir truk lintas provinsi memilih jalur laut lewat Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) demi menghindari macet imbas demonstrasi di Luwu Raya. Mereka harus mengantre hingga tiga hari untuk naik kapal feri tujuan Pelabuhan Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
"Sudah 3 hari kita antre di sini (Pelabuhan Bajoe) karena ada demo di daerah bawa (Luwu) dan kendaraan dibatasi di Siwa (Pelabuhan Siwa). Pengalaman dari teman-teman, kalau bukan 3 hari, 4 hari kita antre di Bajoe," ujar salah seorang sopir truk asal Barru, Herman Latif kepada detikSulsel, Sabtu (21/2/2026).
Dia mengaku lebih memilih lewat Pelabuhan Bajoe meski biaya perjalanan membengkak. Dia juga mengakui harus memutar lebih jauh untuk sampai ke Pelabuhan Bajoe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lebih pilih antre di sini (Pelabuhan Bajoe) dari pada harus terjebak macet. Padahal itu biayanya kalau kita lewat Bajoe lebih besar karena harus memutar jauh, dari pada tidak berangkat sama sekali lebih rugi," katanya.
Herman masuk antrean di Pelabuhan Bajoe sejak Rabu (18/2) pagi. Dia pun dijadwalkan naik kapal feri tujuan Pelabuhan Kolaka sore ini sekitar pukul 17.00 Wita.
"Saya sudah antre sejak hari Rabu pagi. Jadwal keberangkatanku di trip ketiga pada pukul 17.00 Wita sebentar sore," terangnya.
Sementara itu, Kordinator Satpel Bajoe BPTD Kelas II Sulsel M Ashri Hambali membenarkan bahwa jumlah truk di pelabuhan meningkat imbas demonstrasi di daerah Luwu. Sementara kapal yang beroperasi hanya 5 dengan 3 trip dalam sehari.
"Sebenarnya kejadian ini sudah sejak efek demo di Palopo dan Luwu. Kemudian di Siwa ada pembatasan kendaraan berat, makanya Bajoe ramai," ucapnya.
"Kita ada 5 kapal, tapi yang berangkat terkadang 2 trip karena cuaca. Namun sejak kemarin sudah mulai normal kembali dengan 3 trip kapal," tambahnya.
(hsr/asm)
