Polisi mengamankan 8 orang diduga terlibat kasus pencabulan terhadap siswi SMP berusia 14 tahun di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dari hasil pemeriksaan, 4 orang ditetapkan sebagai tersangka sementara 4 lainnya dipulangkan.
"Kami sudah mengamankan 8 orang yang dilaporkan oleh orang tua korban. Dari 8 orang itu, hanya 4 orang yang melakukan pencabulan, sedangkan 4 lainnya hanya berada di lokasi saja," ujar Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan kepada detikSulsel, Jumat (20/2/2026).
Delapan terduga pelaku yang diamankan yakni berinisial RH, AY, HH, RD, AM, FA, MI, dan MA pada Rabu (18/2). Alvin mengatakan yang terbukti melakukan pencabulan adalah RH, AY, HH, dan RD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alvin mengatakan para pelaku awalnya kumpul di rumah MI di Dusun Tappesso, Desa Tompong Patu, Kecamatan Kahu pada Selasa (17/2) sekitar pukul 21.00 Wita. RH kemudian menjemput korban hingga mereka mencabuli korban di areal persawahan.
"RH menelepon korban untuk menjemputnya, lalu membonceng korban dengan mengendarai sepeda motor menuju Desa Tompong Patu diikuti oleh teman-temannya ke persawahan. RH menghentikan sepeda motornya dan sempat cerita-cerita di atas sepeda motor lalu memeluk korban," terang Alvin.
"Kemudian para teman RH ada 3 orang langsung mendatangi korban dan melakukan pencabulan. Setelah itu korban diantar pulang, dan ketika sampai di rumah korban langsung ditemukan oleh bapak korban," sambung Alvin.
Alvin menambahkan orang tua korban langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Delapan orang terduga pelaku kemudian diamankan dan dari hasil pemeriksaan cuma empat orang terbukti mencabuli korban.
"Empat orang saja yang ditetapkan tersangka. Sementara 4 lainnya sudah dipulangkan," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, korban diduga dicabuli delapan temannya di areal persawahan di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Rabu (17/2) sekitar pukul 00.30 Wita. Orang tua korban yang membuat laporan menyebut pelaku berjumlah delapan orang.
"Betul (anakku dicabuli oleh 8 orang temannya). Saya sudah lapor polisi, dan sementara diperiksa ini," ujar orang tua korban berinisial IS, Jumat (20/2).
