Bupati Bone Andi Asman Sulaiman tengah mengevaluasi kinerja kepala dinas (Kadis) yang tidak mampu menjalankan tugas sesuai target. Hasilnya, sebanyak lima kepala dinas (Kadis) terancam dicopot dari jabatannya karena berkinerja buruk.
"Untuk pejabat yang (terancam) SP3 (surat peringatan ketiga) sekitar 5 orang. Kemungkinan besar evaluasinya bulan Mei atau Juni jika tidak ada pergerakan untuk kinerjanya, dan diakumulasi keseluruhan soal kinerjanya," ujar Kepala BKPSDM Bone Edy Saputra Syam kepada detikSulsel, Kamis (19/2/2026).
Edy sendiri masih enggan membeberkan nama kelima kadis yang terancam kehilangan posisinya tersebut. Namun dia menegaskan, langkah ini sebagai bentuk penegasan pembinaan dan evaluasi serius terhadap pejabat yang tidak serius bekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kinerja perangkat daerah menjadi faktor utama dalam keberhasilan program pembangunan dan pelayanan publik. Karena itu, tidak ada ruang bagi pejabat yang bekerja setengah hati, abai terhadap tanggung jawab, atau tidak mampu menerjemahkan kebijakan pimpinan," bebernya.
"Kalau kinerjanya buruk, tidak ada perbaikan, dan tidak mampu bekerja profesional, tentu akan ada konsekuensi. Semua akan dievaluasi," sambung Edy.
Dia menekankan, langkah tersebut bukan bentuk ancaman personal, melainkan upaya penegakan disiplin dan komitmen kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone. Menurutnya, jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sekadar posisi struktural.
"Bapak bupati ingin birokrasi yang bergerak cepat, bersih, dan melayani. Yang tidak siap dengan ritme kerja ini tentu akan dievaluasi," tegasnya.
(hmw/asm)











































