Program Sulsel Menabung Sasar 20 Sekolah di Makassar-Gowa

Program Sulsel Menabung Sasar 20 Sekolah di Makassar-Gowa

Gayatri Resqi Wulandari Gani - detikSulsel
Jumat, 25 Sep 2026 17:01 WIB
Peluncuran program Pelajar Sulsel Menabung.
Foto: Peluncuran program Pelajar Sulsel Menabung. (dok. istimewa)
Makassar -

Program Pelajar Sulsel Menabung (PSM) resmi dimulai dengan melibatkan 20 sekolah SMA/sederajat di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros. Program ini menyasar 1.000 pelajar dan melibatkan 100 pembina dari sekolah peserta.

Kick Off dan Training of Trainers (ToT) PSM Sulsel berlangsung di Hotel Claro Makassar, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang diinisiasi Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III Sulawesi, Maluku dan Papua dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Jufri Rahman.

"Menabung itu merancang masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi karakter," kata Jufri dalam keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebiasaan ini mengajarkan pengendalian keinginan, penentuan prioritas, perencanaan masa depan, dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan. Para guru pembina diharapkan menjadi penggerak literasi dan akselerasi keuangan di sekolahnya.

"Mari kita jadikan menabung sebagai budaya. Jadikan sekolah menjadi ruang pertama anak belajar untuk mengelola masa depannya," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Kepala Kantor Perwakilan LPS III Sulawesi, Maluku dan Papua, Fuad Zaen mengatakan, program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lintas lembaga dan instansi. Dia mengatakan program ini diharapkan menumbuhkan budaya menabung di kalangan pelajar dan baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia.

"Dengan kolaborasi lintas lembaga dan instansi, LPS bersama OJK, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, serta stakeholder terkait, untuk menumbuhkan budaya menabung di kalangan pelajar," ungkapnya.

Program ini juga mencakup kompetisi menabung yang terinspirasi dari Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Menabung Pramuka. Pelajar akan mengikuti rangkaian kegiatan dan mendapat apresiasi berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan.

Fuad menyebutkan, pada tahun 2026 inklusi keuangan di Sulsel telah mencapai 94,27 persen, namun literasi keuangan masih di angka 61,03 persen. Maka, melalui program ini dapat menjadi langkah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Perizinan LJK OJK Sulselbar, Arif Machfoed memberikan apresiasi terhadap program tersebut. Ia berharap dapat membangun kebiasaan dan karakter dalam mengelola keuangan serta memberikan manfaat di SulSel.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan Bayu Martanto turut mendukung program PSM. Melalui program ini tidak hanya belajar untuk menyimpan uang, namun mengajarkan merencanakan lebih bijak.

Diketahui, program Pelajar Sulsel Menabung tahun 2026 yang diinisiasi oleh LPS III berlangsung selama dua bulan. Kegiatan ini mengusung tema, "Menabung Sejak Dini, Membangun Masa Depan Negeri".



(sar/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads