Sulsel Cup Usia Dini 2026 Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muda Sepakbola

Sulsel Cup Usia Dini 2026 Jadi Ajang Pembinaan Talenta Muda Sepakbola

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Minggu, 16 Agu 2026 12:30 WIB
Pemprov Sulsel menggelar Sulsel Cup Usia Dini 2026.
Foto: Pemprov Sulsel menggelar Sulsel Cup Usia Dini 2026. (dok. istimewa)
Makassar -

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mendorong pembinaan sepak bola sejak usia dini melalui penyelenggaraan Sulsel Cup Usia Dini 2026. Turnamen ini menjadi ruang bagi anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengembangkan kemampuan teknis dan karakter melalui olahraga.

Turnamen yang digelar dalam rangka HUT ke-81 RI ini berlangsung di Lapangan Mini Soccer PDAM Makassar pada 15-16 Agustus 2026. Ajang ini mempertandingkan kelompok usia U-10, U-11, U-12, U-13, U-14, dan U-15.

"Kami ingin Sulsel Cup tidak berhenti sebagai turnamen yang selesai ketika pertandingan berakhir. Kami ingin menjadikannya bagian dari proses panjang menemukan, membina, dan menjaga talenta-talenta muda Sulawesi Selatan," kata Ketua Panitia Sulsel Cup Usia Dini 2026, Erwin Sodding dalam keterangannya, Sabtu (15/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erwin mengatakan, keberhasilan turnamen usia dini tidak semata-mata diukur dari tim yang keluar sebagai juara. Kompetisi ini diharapkan memberikan pengalaman kepada pemain muda dan menjadi salah satu sarana untuk mengidentifikasi potensi mereka.

"Hari ini mereka bermain untuk klub dan sekolahnya. Besok mereka bisa bermain untuk daerah. Suatu hari nanti, kita berharap ada di antara mereka yang mengenakan jersey Tim Nasional Indonesia," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dia melanjutkan, Sulsel memiliki sejarah dalam melahirkan pemain sepak bola yang berkiprah di tingkat nasional. Potensi tersebut dianggap perlu dijaga melalui sistem pembinaan yang berkelanjutan.

Karena itu, pembinaan tidak cukup dilakukan ketika seorang pemain sudah menunjukkan kemampuan di tingkat tinggi. Proses tersebut perlu dimulai sejak anak mengenal sepak bola, belajar bekerja sama, memahami aturan permainan, hingga mampu menghadapi kemenangan maupun kekalahan.

Sulsel Cup 2026 juga diarahkan sebagai ruang pembelajaran bagi pemain muda. Selain kemampuan teknis, peserta diperkenalkan pada nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, kepemimpinan, keberanian, dan sikap pantang menyerah.

"Setiap pertandingan harus menjadi ruang belajar. Anak-anak tidak hanya belajar mencetak gol atau memenangkan pertandingan, tetapi juga belajar menghormati lawan dan menerima hasil pertandingan," kata Erwin.

Menurut Erwin, pengembangan sepak bola usia dini membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, asosiasi sepak bola, klub, akademi, sekolah, pelatih, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat perlu mengambil peran dalam membangun ekosistem pembinaan.

Kompetisi usia dini menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem tersebut. Pemain membutuhkan pertandingan untuk mengasah kemampuan, sementara pelatih dan klub dapat menggunakan kompetisi sebagai ruang evaluasi sekaligus mengidentifikasi talenta potensial.

"Kita tidak bisa berharap hari ini menanam bibit, besok langsung memetik buah. Sepak bola membutuhkan proses. Anak usia 10 tahun hari ini mungkin baru akan mencapai kematangan prestasi satu dekade ke depan. Karena itu, investasi terbesar kita adalah keberanian untuk membangun pembinaan mulai sekarang," paparnya.

Dia berharap konsistensi penyelenggaraan kompetisi usia dini, peningkatan kualitas pelatih, perluasan akses pembinaan, serta identifikasi talenta secara berkelanjutan dapat memperkuat regenerasi pemain sepak bola Sulsel.

Erwin turut mengapresiasi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, klub dan sekolah peserta, pelatih, orang tua, wasit, perangkat pertandingan, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan turnamen tersebut.

"Kita ingin suatu hari nanti ketika Tim Nasional Indonesia bermain, ada anak-anak dari Sulawesi Selatan yang berdiri di lapangan membawa nama Indonesia. Salah satu prosesnya bisa dimulai dari lapangan-lapangan kecil seperti Sulsel Cup," pungkas Erwin.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads