Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyambut positif program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Program infrastruktur ini diyakini menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga mengatakan, aksesibilitas merupakan faktor utama dalam menggerakkan sektor pariwisata di suatu daerah. Menurutnya, semakin mudah akses menuju destinasi wisata, semakin besar pula peluang destinasi tersebut dikunjungi wisatawan.
"Salah satu faktor utama bergeraknya pariwisata di suatu daerah adalah mudahnya aksesibilitas menuju destinasi," kata Anggiat dalam keterangannya, Rabu (13/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menilai, kebijakan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang memprioritaskan pembenahan infrastruktur jalan merupakan modal penting bagi pengembangan pariwisata Sulsel ke depan.
"Apa yang dilakukan Pak Gubernur Sulsel yang fokus membenahi jalan dengan proyek multiyears di Sulsel menjadi pendorong bertumbuhnya pariwisata Sulsel ke depannya," paparnya.
Anggiat menganggap, dampak pembangunan infrastruktur tersebut bahkan mulai dapat dirasakan selama proyek berlangsung. Aktivitas pembangunan di sejumlah wilayah dinilai turut menggerakkan mobilitas orang dan kegiatan ekonomi, termasuk memberikan efek terhadap tingkat hunian hotel di kawasan yang menjadi lokasi proyek.
Dia meyakini, efek domino MYP Pemprov Sulsel justru akan terlihat setelah pembangunan infrastruktur selesai. Jalan semakin baik akan membuat akses menuju berbagai kawasan menjadi lebih mudah sehingga dapat memperluas pergerakan wisatawan antardaerah.
"Pastinya saat proyek berjalan pun sudah membantu pergerakan okupansi setiap wilayah yang sedang berjalan proyek multiyears. Tapi akhir dari proyek ini muaranya pasti akan menjadi pendorong pergerakan pariwisata Sulsel ke depannya karena ditopang aksesibilitas yang baik," paparnya.
Peningkatan konektivitas antardaerah juga berpotensi memberikan efek berantai terhadap perekonomian. Kemudahan akses tidak hanya memperlancar wisatawan menuju destinasi, tetapi juga memperlancar distribusi barang, mobilitas masyarakat, serta aktivitas pelaku usaha di daerah.
Kondisi tersebut, kata Anggiat, pada akhirnya dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Sulawesi Selatan. "Ini juga akan menstimulus pergerakan ekonomi setiap daerah," ujar Anggiat.
PHRI Sulsel pun menyambut positif kebijakan Pemprov Sulsel yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah. Bagi Anggiat, pembangunan jalan merupakan langkah konkret yang dapat menciptakan basis baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
"Kami dari PHRI Sulsel sangat menyambut baik gagasan konkret dari Pak Gubernur Sulsel yang membangun hal fundamental untuk bangkitnya ekonomi baru di Sulsel," ucap Anggiat.
Untuk diketahui, Program MYP 2025-2027 Pemprov Sulsel berfokus pada pemerataan infrastruktur jalan provinsi sepanjang 1.400 km, rehabilitasi irigasi untuk 54.000 hektare sawah, serta pembangunan rumah sakit regional. Total anggaran MYP 2025-2027 mencapai Rp 3,7 triliun yang bersumber dari hasil efisiensi APBD Sulsel.
Mayoritas anggaran terserap pada pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Sulsel. Total panjang perbaikan dan pengaspalan mencapai 1.400 km jalan yang terbagi ke dalam sekitar 85 ruas di berbagai wilayah dengan anggaran Rp 2,5 triliun.
