RSUD Labuang Baji Makassar Kembangkan Layanan Bedah Saraf Lewat Operasi ETOS

RSUD Labuang Baji Makassar Kembangkan Layanan Bedah Saraf Lewat Operasi ETOS

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Selasa, 04 Agu 2026 11:59 WIB
RSUD Labuang Baji Makassar Kembangkan Layanan Bedah Saraf Lewat Operasi ETOS.
Foto: RSUD Labuang Baji Makassar Kembangkan Layanan Bedah Saraf Lewat Operasi ETOS. (dok. istimewa)
Makassar -

RSUD Labuang Baji mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan, khususnya di bidang bedah saraf. Kini, rumah sakit tersebut menghadirkan Endoscopy Trans-Orbital Surgery (ETOS), yakni teknik bedah saraf minimal invasif melalui sayatan kecil di area kelopak mata untuk penanganan tumor otak pada pasien dengan indikasi medis tertentu.

Tindakan ETOS secara perdana dilaksanakan Dokter Spesialis Bedah Saraf Konsultan RSUD Labuang Baji Dr. dr. H. Wahyudi, Sp.BS(K), FICS, FINPS bersama tim multidisiplin pada Sabtu (1/8). Pelaksanaan ini menjadi langkah awal yang penting dalam pengembangan layanan bedah saraf di RSUD Labuang Baji sekaligus menambah pilihan penanganan bagi pasien sesuai indikasi medis.

Wahyudi menegaskan, prosedur ETOS perdana dilakukan yang telah mempersiapkan tindakan sesuai standar pelayanan dan keselamatan pasien. ETOS merupakan salah satu inovasi di bidang bedah saraf yang memberikan alternatif penanganan pada kasus-kasus tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"ETOS merupakan salah satu metode bedah minimal invasif yang memanfaatkan jalur trans-orbital untuk mencapai lokasi tumor tertentu di dasar tengkorak maupun area otak sesuai indikasi," jelas Wahyudi dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).

Dibandingkan teknik operasi konvensional, pendekatan ini memberikan akses bedah yang lebih minimal invasif. Hal ini salah satu tujuannya untuk mengurangi trauma jaringan.

ADVERTISEMENT

"Sehingga diharapkan dapat mengurangi trauma jaringan, mempercepat proses pemulihan, serta memberikan hasil kosmetik yang lebih baik pada pasien yang memenuhi kriteria," lanjutnya.

Dengan terlaksananya tindakan ETOS perdana, RSUD Labuang Baji semakin memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan yang terus mengembangkan layanan spesialistik. Tindakan ini juga ditanggung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

RSUD Labuang Baji menegaskan bahwa tidak semua pasien dengan tumor otak dapat menjalani prosedur ETOS. Pemilihan metode operasi ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, pencitraan radiologi, lokasi dan karakteristik tumor, serta evaluasi menyeluruh oleh tim dokter spesialis.

Dengan demikian, setiap pasien akan memperoleh penanganan yang paling tepat sesuai kondisi medisnya. Pengembangan layanan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui tersedianya pilihan terapi yang sesuai dengan kebutuhan dan indikasi masing-masing pasien.

Salah seorang pasien, Muriati mengaku dirujuk ke RSUD Labuang Baji setelah menjalani pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dr. Wahyudi. Berdasarkan hasil evaluasi medis, Muriati disarankan menjalani operasi.

"Semoga operasinya berjalan lancar dan proses pemulihannya cepat," ujarnya.

Melalui inovasi layanan ini, RSUD Labuang Baji terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.



(sar/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads