Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) terus memperkuat implementasi manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui inovasi FAST ASN (Future Acceleration System for Talent). Inovasi ini dikembangkan demi mendukung percepatan penerapan sistem merit melalui pengelolaan talenta yang terintegrasi, berbasis data, serta mampu menjawab kebutuhan organisasi secara cepat, objektif, dan transparan.
FAST ASN menghadirkan ekosistem digital yang tidak hanya memperkuat kualitas data ASN melalui Klinik Data Regional, tetapi juga dilengkapi fitur Bursa Talenta. Fitur ini memungkinkan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) melakukan mobilisasi dan akuisisi talenta unggul lintas instansi secara cepat, akurat, transparan, dan sesuai kebutuhan organisasi.
Pengisian jabatan strategis dapat dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan potensi ASN. Komitmen Pemprov Sulsel dalam membangun manajemen talenta mendapat apresiasi dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof Zudan Arif Fakrulloh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dua apresiasi kami kepada Sulsel. Pertama, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan generasi pertama di Indonesia tengah dan timur yang menerapkan manajemen talenta," kata Prof Zudan dalam kegiatan Ekspose Manajemen Talenta Instansi Pemerintah Wilayah Sulsel, Selasa (28/7/2026).
Prof Zudan menyampaikan, Sulsel merupakan daerah pelopor di kawasan Indonesia Tengah dan Timur dalam penerapan manajemen talenta ASN serta menjadi contoh nasional bagi daerah lain. Dia juga mengapresiasi keberhasilan Pemprov Sulsel menggerakkan 11 kabupaten/kota untuk mempercepat implementasi manajemen talenta di daerah.
"Tidak banyak provinsi yang mampu seperti Sulsel dalam memahami pentingnya manajemen talenta. Ke depan, ketika sistem ini semakin matang, proses menyiapkan kader pemimpin birokrasi akan menjadi jauh lebih mudah," ujar Prof Zudan.
Sementara itu, Kepala BKD Sulsel Erwin Sodding menegaskan, FAST ASN merupakan langkah strategis untuk memperkuat penerapan sistem merit melalui pengelolaan talenta yang lebih kolaboratif dan berbasis data. FAST ASN menjadi instrumen untuk mempercepat mobilitas talenta ASN lintas instansi.
"Melalui Bursa Talenta dan penguatan kualitas data, setiap PPK dapat memperoleh talenta terbaik sesuai kebutuhan organisasi secara objektif, transparan, dan akuntabel. Kami optimistis inovasi ini akan mendukung Sulawesi Selatan sebagai daerah percontohan nasional dalam penerapan manajemen talenta ASN," kata Erwin.
Melalui implementasi FAST ASN, Pemprov Sulsel berharap tercipta ekosistem manajemen talenta yang mampu mempercepat pengisian jabatan strategis. Selain itu meningkatkan kualitas birokrasi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
