HKG PKK-Dekranas di Makassar Pacu Ekonomi, Perputaran Uang Ditaksir Rp 100 M

HKG PKK-Dekranas di Makassar Pacu Ekonomi, Perputaran Uang Ditaksir Rp 100 M

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Jumat, 10 Jul 2026 12:00 WIB
Pameran kriya dan wastra sebagai rangkaian acara HKG PKK-HUT Dekranas di Makassar.
Foto: Pameran kriya dan wastra sebagai rangkaian acara HKG PKK-HUT Dekranas di Makassar. (dok. Istimewa)
Makassar -

Penyelenggaraan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) 46 Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diyakini memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi. Perputaran uang selama pelaksanaan ajang bertaraf nasional itu ditaksir mencapai Rp 100 miliar.

Ketua Panitia Dekranas ke-46, Sukarniaty Kondolele mengatakan, Pemprov Sulsel mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut dengan turut menggerakkan berbagai sektor usaha karena beredar kembali di masyarakat melalui belanja barang dan jasa. Sekitar 10.000 peserta beserta pendamping dari berbagai daerah di Indonesia hadir di Makassar dengan rata-rata lama tinggal sekitar lima hari.

"Dana yang dibelanjakan pemerintah untuk penyelenggaraan kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan acara semata. Belanja tersebut menggerakkan roda perekonomian daerah, menciptakan permintaan terhadap barang dan jasa, serta memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha dan masyarakat," ujar Sukarniaty dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sukarniaty memperkirakan perputaran ekonomi selama penyelenggaraan kegiatan diperkirakan mencapai sekitar Rp100 miliar. Hal ini berdasarkan estimasi Pemprov Sulsel yang mempertimbangkan jumlah peserta, lama tinggal, serta belanja pada sektor akomodasi, transportasi, konsumsi, perdagangan, dan jasa pendukung lainnya.

Peningkatan aktivitas ekonomi tersebut dirasakan di berbagai sektor, antara lain hotel dan penginapan, restoran, rumah makan, kafe, transportasi udara dan darat, layanan transportasi daring, usaha penyewaan kendaraan yang mengalami peningkatan permintaan selama kegiatan berlangsung.

ADVERTISEMENT

Selain itu, aktivitas perdagangan juga meningkat di pusat perbelanjaan, toko oleh-oleh, pasar tradisional, jasa perjalanan wisata, percetakan, fotografi, videografi, dekorasi, penyelenggara acara, serta berbagai usaha jasa lainnya yang mendukung pelaksanaan kegiatan. Pelaku UMKM turut memperoleh peluang untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas promosi produk.

Berbagai produk unggulan Sulsel diperkenalkan dalam ajang tersebut kepada peserta yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia. Adapun produk unggulan yang ditawarkan, yakni kerajinan, wastra Nusantara, fesyen, kuliner, kopi lokal, makanan olahan tradisional, aksesoris, dan suvenir.

Penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT ke-46 Dekranas juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem industri kreatif dan kerajinan daerah. Kehadiran peserta dari seluruh Indonesia membuka ruang promosi yang lebih luas bagi para perajin, pelaku ekonomi kreatif, serta UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan Sulawesi Selatan kepada pasar nasional.

Melalui pameran kriya dan wastra Nusantara yang menghadirkan ratusan stan dari berbagai provinsi, para pelaku usaha memperoleh kesempatan memperluas jejaring bisnis, menjalin kemitraan, serta meningkatkan potensi transaksi. Momentum ini juga memperkuat daya saing produk kerajinan daerah, memperluas akses pasar, dan mendorong keberlanjutan pertumbuhan industri kreatif berbasis budaya lokal di Sulsel.

Sukarniaty melanjutkan, penyelenggaraan HKG PKK dan HUT Dekranas menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan berskala nasional dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah, terutama bagi pelaku usaha lokal dan UMKM. Manfaat ekonomi yang tercipta jauh melampaui kebutuhan akan pelaksanaan kegiatan itu sendiri.

"Perputaran uang terjadi di banyak sektor secara bersamaan, sehingga berdampak pada meningkatnya pendapatan pelaku usaha, terbukanya peluang usaha baru, dan semakin kuatnya posisi UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah," ucap Sukarniaty.

Dia menambahkan, kepercayaan yang diberikan kepada Sulsel sebagai tuan rumah kegiatan nasional diharapkan dapat semakin memperkuat citra daerah sebagai destinasi penyelenggaraan berbagai agenda berskala nasional. Selain itu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor jasa, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

"Inilah yang menjadi nilai strategis ketika Sulawesi Selatan dipercaya menjadi tuan rumah event berskala nasional," tutup Sukarniaty.

Diketahui, acara peringatan HKG PKK dan HUT Dekranas berlangsung sejak 8-12 Juli 2026. Acara ini juga dimeriahkan dengan keberadaan 204 stan dari berbagai daerah dalam pameran kriya dan wastra yang dipusatkan di Trans Studio Mall (TSM) Makassar.



(sar/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads