Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar skrining kanker payudara gratis. Kegiatan ini disambut masyarakat hingga ratusan ibu-ibu memadati instalasi radiologi untuk memanfaatkan program itu.
Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati HUT ke-88 RSUD Labuang Baji Makassar yang jatuh pada 12 Juni 2026. RSUD Labuang Baji menghadirkan berbagai kegiatan yang berdampak nyata bagi masyarakat sesuai dengan tema yang diusung, 'Mengabdi Untuk Negeri'.
"Kegiatan skrining kanker payudara ini juga merupakan bentuk kepedulian dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker, khususnya kanker payudara," kata Direktur RSUD Labuang Baji, Suharnah dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program skirining atau deteksi dini kanker payudara gratis dilaksanakan di RSUD Labuang Makassar mulai 12 hingga 27 Juni 2026. Kegiatan yang dikerjasamakan dengan TP PKK Sulsel bagian dari komitmen Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas.
"Alhamdulillah, tahun ini RSUD Labuang Baji genap berusia 88 tahun. Ini adalah usia yang matang dan menjadi momentum bagi kita semua untuk terus menjaga serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tuturnya.
Suharnah menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, humanis, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Dia mengajak masyarakat melakukan deteksi dini Kesehatan dalam melindungi diri dan keluarga dari kanker payudara.
RSUD Labuang Baji mengajak seluruh perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan payudara, rutin melakukan SADAR (Pemeriksaan Payudara Sendiri). Selain itu memanfaatkan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan yang tersedia.
"Semoga RSUD Labuang Baji senantiasa menjadi rumah sakit andalan masyarakat Sulawesi Selatan," tambah Suharnah.
Antusiasme masyarakat terhadap skrining kanker payudara gratis sangat tinggi. Hingga pertengahan pelaksanaan kegiatan, jumlah peserta yang mengikuti skrining telah mencapai ratusan orang.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan kampanye kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker payudara. Hal ini meningaktkan kesadaran warga akan pentingnya deteksi dini sebagai upaya pencegahan dan penanganan sejak tahap awal.
Setiap hari, peserta yang telah mendaftarkan diri lebih dulu mendapatkan edukasi kesehatan mengenai kanker payudara, faktor risiko, gejala, serta tahapan pemeriksaan yang akan dijalani. Edukasi tersebut diberikan tenaga kesehatan dan dokter spesialis.
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak langsung menjalani pemeriksaan mamografi. Skrining dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dari edukasi kesehatan mengenai kanker payudara dan pentingnya deteksi dini.
Selain itu dilakukan pemeriksaan awal oleh tenaga medis, pemeriksaan ultrasonografi (USG), hingga pemeriksaan mamografi bagi peserta yang memiliki indikasi tertentu. Pemeriksaan mamografi menggunakan fasilitas layanan mamografi yang kini telah tersedia dan beroperasi di RSUD Labuang Baji.
"Pemeriksaan ini tidak langsung pada tahap mamografi, tetapi diawali dengan pemeriksaan awal dan USG. Ibu-ibu juga dapat melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI secara mandiri di rumah," kata salah satu dokter RSUD Labuang Baji, dr. Lely Paurwaningsi.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya agar pengendalian dan kewaspadaan terhadap kanker payudara dapat dilakukan sejak dini," tambah Lely.
Peserta yang memerlukan penanganan lanjutan juga diarahkan untuk berkonsultasi di Klinik Kanker RSUD Labuang Baji. Hal ini untuk mendapatkan evaluasi serta tindak lanjut medis yang lebih komprehensif sesuai kebutuhan masing-masing pasien.
Diketahui, RSUD Labuang Baji Makassar juga lebih dulu menggelar donor darah, khitanan gratis bagi lebih dari 50 anak, serta zikir dan tausyiah. Kegiatan itu sebagai rangkaian kegiatan HUT ke-80 RSUD Labuang Baji.
