Jalan Aroepala Makassar Segera Diaspal-Dibeton, Didahului Perbaikan Drainase

Jalan Aroepala Makassar Segera Diaspal-Dibeton, Didahului Perbaikan Drainase

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Minggu, 29 Mar 2026 18:52 WIB
Pemprov Sulsel segera perbaiki Jalan Aroepala setelah Jalan Hertasning. Proyek ini bagian dari anggaran Rp 2,5 triliun untuk infrastruktur 2025-2027.
Foto: Pemprov Sulsel segera perbaiki Jalan Aroepala setelah Jalan Hertasning. (dok. istimewa)
Makassar -

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) segera memperbaiki Jalan Aroepala setelah menyelesaikan pengaspalan Jalan Hertasning Makassar. Perbaikan Jalan Aroepala dengan cara diaspal dan dibeton akan didahului pengerjaan drainase.

Diketahui, preservasi Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala masuk dalam Paket 1 skema Multi Years Contract (MYC) Tahun Anggaran 2025-2027 Pemprov Sulsel. Pembangunan infrastruktur jalan sebagai salah satu prioritas utama di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.

Kepala Seksi Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, ZN Ahmad Wildani menjelaskan, penanganan Jalan Hertasning sepanjang 1,8 kilometer. Jalan Aroepala yang juga menjadi fokus penanganan pada Paket 1 MYC juga ditangani 1,8 kilometer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, pengaspala Jalan Hertasning dimulai dari pertigaan Jalan AP Pettarani hingga eks Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar. Sementara dari titik tersebut hingga perbatasan Kabupaten Gowa merupakan bagian dari Jalan Aroepala.

"Kita perlu jelaskan bahwa untuk Jalan Hertasning sepanjang 1,8 km sampai di eks Kantor Disdik itu sudah ditangani pengaspalan. Untuk selanjutnya sampai perbatasan Gowa itu juga masuk dalam Paket 1, dan akan ditangani," ujar Ahmad Wildani dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).

ADVERTISEMENT

Dia menyampaikan, penanganan Jalan Hertasning dilakukan melalui pengaspalan. Sementara Jalan Aroepala menggunakan dua metode, yakni pengaspalan dan beton (rigid pavement).

"Kalau Hertasning pengaspalannya telah selesai, selanjutnya perbaikan pedestrian dan pembersihan saluran. Untuk Aroepala akan ditangani 1,8 km dengan dua macam penanganan yakni aspal dan beton," tuturnya.

"Belum dimulainya penanganan jalan di sana karena kita menunggu pengerjaan saluran terlebih dahulu, untuk salurannya menggunakan U-Ditch beton dan sementara dalam tahap pabrikasi," jelas Ahmad Wildani.

Penanganan Jalan Aroepala diawali dengan pembangunan saluran drainase. Hal ini untuk memastikan kelancaran aliran air saat hujan serta mengurangi potensi kemacetan selama proses pengerjaan.

"Kita harap kesabaran masyarakat, dan mohon doa agar pengerjaan jalan Aroepala dapat berjalan lancar. Tentunya Bapak Gubernur memfokuskan jalan ini, karena termasuk LHR tinggi yang akan membantu konektivitas wilayah dan berpengaruh pada perekonomian masyarakat," tuturnya.

Sebagai informasi, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran infrastruktur jalan sebesar Rp 2,5 triliun untuk periode 2025-2027. Anggaran tersebut terbagi dalam enam paket pekerjaan Multi Years Project (MYP) serta didukung skema Single Years Contract (SYC) setiap tahunnya.

Khusus Paket 1 MYC memiliki nilai kontrak sebesar Rp 430 miliar yang mencakup penanganan 13 ruas jalan di empat kabupaten/kota, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba. Total panjang penanganan di 13 ruas jalan tersebut mencapai 300,24 kilometer.

Adapun ruas jalan yang ditangani meliputi Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala di Kota Makassar, Jalan Tun Abdul Razak, Jalan HM Yasin Limpo, Burung-Burung-Bili-Bili, Sungguminasa-Malino, serta Malino-Batas Sinjai di Kabupaten Gowa.

Kemudian ruas Batas Gowa-Tondong, Botolempangan-Batubelerang-Batas, dan Batas Bulukumba-Sinjai di Kabupaten Sinjai. Sementara di Kabupaten Bulukumba meliputi ruas Batas Sinjai-Palampang, Tanete-Tanaberu, serta Kalimporo-Sumalaya-Batas Sinjai.




(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads