Saddil Ramdani Kunjungi Rumah Ortu Terbakar di Muna Barat

Saddil Ramdani Kunjungi Rumah Ortu Terbakar di Muna Barat

Sahrul Alim - detikSulsel
Sabtu, 22 Agu 2026 14:38 WIB
Saddil Ramdani mengunjungi ayahnya yang rumahnya terbakar di Muna Barat.
Saddil Ramdani mengunjungi ayahnya yang rumahnya terbakar di Muna Barat. Foto: Dok. Saddil Ramdani/Instagram
Muna Barat -

Pemain Timnas Indonesia dan Persib Bandung, Saddil Ramdani menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah orang tuanya yang hangus terbakar di Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra). Saddil turut menyemangati ayahnya untuk tetap kuat menghadapi cobaan ini.

Hal tersebut dibagikan Saddil di media sosial Instagram miliknya, pada Jumat (21/8/2026). Saddil membagikan momen berfoto dengan ayahnya dan kondisi rumah orang tuanya yang sudah ludes terbakar.

"Tetaplah kuat, Ayah. Kita akan melewati semua ini bersama-sama," ucap Saddil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemain berusia 27 tahun itu turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan serta doa. Menurut Saddil, hal tersebut memberikan dukungan moril untuk keluarganya agar lebih kuat melewati musibah ini.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan kepedulian, mendoakan kami, dan mendukung keluarga kami. Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Sekarang, mari kita tetap kuat dan terus melangkah maju," terangnya.

ADVERTISEMENT

Diketahui, rumah ayah Saddil Ramdani, La Pantasi terbakar di Desa Barangka, Kecamatan Barangka, Muna Barat pada Jumat (14/8) sekitar pukul 16.20 Wita. Polisi menyebut kerugian akibat insiden itu mencapai Rp 150 juta.

"Total kerugian kebakaran rumah (ayah Saddil) ditaksir mencapai Rp 150 juta," kata Kapolsek Lawa Ipda Jaman dalam keterangannya, Sabtu (15/8).

Jaman mengatakan rumah tersebut merupakan bangunan semi permanen beratap seng dengan luas 114,5 meter persegi. Saat kebakaran terjadi, La Pantasi bersama istrinya sedang berada di kampung sebelah di Desa Guali untuk menyaksikan cucunya mengikuti lomba gerak jalan.

Api pertama kali diketahui warga bernama Samsuddi yang sedang berada di sebuah bengkel. Dia melihat kepulan asap hitam tebal dari arah timur dan kemudian mendatangi sumber asap.

"Saat tiba di lokasi api sudah membesar sehingga saksi hanya bisa berteriak meminta pertolongan. Warga hanya bisa menyelamatkan sepeda motor milik korban dan satu unit mobil yang terparkir di sekitar lokasi," ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh harta benda milik korban ikut terbakar. Barang yang ludes di antaranya tiga lemari kayu, dua lemari plastik, satu lemari kaca, tiga tempat tidur kayu, dua springbed, kulkas, televisi, kipas angin dan dua telepon genggam.

"Uang tunai Rp 2 juta, sembako, seluruh perabot dapur, serta dokumen penting berupa ijazah SD, SMP, SMA dan sertifikat tanah juga ikut terbakar," pungkasnya.



(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads