Ricuh Suporter Usai Laga Sepakbola HUT RI di Pinrang gegara Saling Ejek

Ricuh Suporter Usai Laga Sepakbola HUT RI di Pinrang gegara Saling Ejek

Muhclis Abduh - detikSulsel
Minggu, 16 Agu 2026 14:08 WIB
Kericuhan usai laga sepakbola di Pinrang.
Kericuhan usai laga sepakbola di Pinrang. Foto: Istimewa
Pinrang -

Pertandingan sepakbola dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), berujung kericuhan. Aksi saling ejek antar sesama penonton menjadi pemicu perselisihan.

"Kejadian kemarin di acara (sepakbola) hari ulang tahun HUT ke-81 RI ada sempat sedikit kesalahpahaman antara pendukung sepakbola dari Desa Lerang dengan Desa Barang Palie," kata Kapolsubsektor Lanrisang, Ipda Irwan Asmadi kepada detikSulsel, Minggu (16/8/2026)

Kericuhan terjadi di Lapangan Wae Tuoe, Kecamatan Lanrisang, Sabtu (15/8) sore. Awalnya terjadi aksi saling ejek antar penonton dari kedua pihak dan terjadi kesalahpahaman yang memuncak di luar area lapangan sepakbola.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi saling ejek pas pertandingan tetapi nanti setelah selesai pertandingan mereka sempat berpapasan di parkiran dan kemudian terpancing lagi adanya kericuhan," paparnya.

Saat personel kepolisian tiba di lokasi untuk melerai, massa yang terlibat perselisihan langsung membubarkan diri. Namun ada 3 orang yang sempat dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

ADVERTISEMENT

"Saat kami tiba sudah membubarkan diri. Ada 3 korban yang sempat dibawa ke Puskesmas tetapi bukan luka serius. Hanya lecet saja," terangnya.

Irwan juga meluruskan simpang siur mengenai kondisi korban yang beredar di masyarakat yang mendapatkan luka akibat senjata tajam. Menurutnya, tidak ada korban yang mengalami luka berat dalam insiden perselisihan tersebut.

"Yang luka sebenarnya tidak ada. Hanya lecet karena jatuh, mungkin terkena rumput atau kayu. Kalau saya lihat tadi, hanya luka goresan ringan di tangan akibat menangkis," jelasnya.

Ia menegaskan tidak ada yang ditahan atau diamankan saat pembubaran kericuhan pascapertandingan. Massa yang terlibat pertikaian langsung membubarkan diri begitu melihat kedatangan petugas di lokasi kejadian.

"Untuk yang diamankan atau ditahan tidak ada. Karena begitu kami datang melerai, langsung melarikan diri semua. Langsung mengamankan diri masing-masing," jelasnya.

Guna mencegah situasi memanas, pihak kepolisian bergerak cepat dengan memanggil kedua belah pihak untuk dimediasi. Insiden tersebut pun selesai dan tidak ada yang melapor ke polisi sebagai korban.

"Saya mendatangi kedua belah pihak dan memfasilitasi keduanya. Mereka sepakat bahwa menyatakan permasalahan ini dianggap selesai atau damai dan tidak memperpanjang permasalahan ini," paparnya.

Kendati percekcokan akibat saling ejek tersebut telah diselesaikan secara damai, pihak panitia penyelenggara dan aparat keamanan mengambil langkah tegas. Semua turnamen pertandingan dihentikan total.

"Sesuai hasil rapat, seluruh cabang olahraga ini yakni seperti sepak bola dan volly ditiadakan. Keputusan ini diambil untuk menjaga kondusivitas serta mengantisipasi kejadian berlanjut atau merembet ke hal lain," pungkasnya.



(ata/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads