Pengakuan Dosa Oknum Suporter PSM Tendang Pemain Persib

Tim detikSulsel - detikSulsel
Rabu, 20 Mei 2026 08:33 WIB
Tangkapan layar saat suporter PSM bernama Adit menendang pemain Persib di Stadion Gelora BJ Habibie. Foto: (Dok. Istimewa)
Parepare -

Oknum suporter PSM Makassar yang menendang pemain Persib Bandung sesaat setelah laga di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) usai, akhirnya meminta maaf. Pria bernama Adit itu mengakui aksinya bikin gaduh.

Pengakuan dosa itu disampaikan Adit melalui video klarifikasinya yang beredar pada Selasa (19/5/2026). Adit memulai dengan menyampaikan permintaan maaf kepada skuad Persib.

"Saya atas nama Adit, secara pribadi khilaf dan ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan, terutama para staf, jajaran, pemain, dan pelatih, serta pecinta klub Persib Bandung," ujar Adit.

Dia berdalih aksi tidak terpuji yang dilakukannya terjadi secara spontan karena terprovokasi. Sebab sesaat setelah laga berakhir sejumlah penonton lain disebutnya juga lebih dulu masuk ke area lapangan.

"Sebelumnya, saya melakukan tindakan tersebut secara sadar, spontan memasuki lapangan karena melihat beberapa suporter telah memasuki lapangan. Akibatnya saya juga ikut turun ke lapangan," katanya.

Adit lantas mengakui dirinya spontan menendang pemain Persib yang masih berada di area lapangan. Dia mengakui aksinya itu sangat fatal.

"Dan (saya) terkena salah satu pemain Persib, dan saya mengakui hal itu salah dan sangat fatal. Dan itu spontan kejadian itu terjadi. Saya memohon maaf sebesar-besarnya," sesal Adit.

Minta Maaf ke Suporter-Manajemen PSM

Adit turut menyampaikan permohonan maaf kepada kelompok suporter PSM Fans. Selain itu, dia meminta maaf ke manajemen skuad Juku Eja karena telah mencoreng nama baik Kota Makassar.

"Saya juga ingin meminta maaf kepada kelompok suporter PSM Fans karena tidak mengetahui aturan yang diberikan. Dan saya juga ingin meminta maaf kepada klub PSM Makassar dan pecinta pesepakbola akibat tindakan yang merusak citra kebanggaan dan Kota kita," ucapnya.

Lebih jauh, Adit mengklarifikasi bahwa dirinya datang ke stadion sebagai penonton layar mandiri atau individual. Dia menegaskan dirinya bukan bagian dari kelompok basis suporter tertentu.

"Dalam hal ini saya tidak tervalidasi dalam skuad mana pun, posisi saya sebagai individual dan saya mendapatkan tiket pertandingan dari teman saya. Selebihnya saya menyerahkan masalah ini kepada pihak Persib Bandung dan PSM Makassar," katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa pengakuan salah ini dibuat murni atas kesadaran sendiri. Dia menyampaikan permohonan maaf itu tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.

"Saya membuat pernyataan ini tanpa paksaan siapa pun, murni karena kesadaran dan rasa tanggung jawab saya terhadap apa yang saya lakukan. Sekali lagi, saya mohon maaf sebesar-besarnya dan semoga kejadian ini tidak dapat terulangi lagi," pungkasnya.

Sebagai informasi, insiden itu terjadi usai laga PSM kontra Persib di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare pada Minggu (17/5) malam. Oknum suporter itu ikut masuk lapangan bersama sejumlah massa usai PSM dipermalukan Persib 1-2.

Polisi Belum Terima Laporan

Pihak kepolisian belum menyelidiki terkait aksi Adit masuk ke lapangan dan menendang pemain Persib. Polisi berdalih hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk.

"Sampai saat ini belum ada laporan," ujar Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Muh Saleh kepada detikSulsel, Selasa (19/5).

Sementara itu, Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda menilai aksi saling kejar antara suporter dan pemain tersebut kemungkinan besar hanyalah respons refleks. Indra berdalih aksi suporter turun ke lapangan bentuk penyampaian aspirasi.

"Itu bukan seperti yang kita perkirakan, (bukan) mengejar pemain, bukan. Itu riak-riak di lapangan, rekan-rekan semua, ya," kata Indra kepada wartawan.

Indra menganggap pergerakan pemain Persib yang berlari memicu kesan terjadinya aksi kejar-kejaran di dalam stadion. Terkait adanya pemain yang ditendang, Indra menganggap itu sekadar refleks dari suporter.

"Jadi mungkin refleks dari pemain lari, sehingga seperti kejar-kejaran," jelasnya.

Indra menyebut aksi suporter Juku Eja yang merangsek masuk ke lapangan merupakan luapan emosional yang lumrah terjadi. Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi semacam tradisi di akhir musim kompetisi.

"Tetapi itu bentuk penyampaian aspirasi dan juga tradisi yang mana biasa dilakukan pada saat akhir musim kompetisi," tuturnya.



Simak Video "Video Kericuhan di Stadion Habibie Usai Persib Kalahkan PSM "

(asm/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork