Nama Mike Rajasa Hoppenbrouwers yang terpilih menjadi Kiper Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2026 kini mendapat perhatian. Sebab, salah satu punggawa Tim muda FC Utrecht ini ternyata memiliki garis keturunan dari Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).
Diketahui, ibu Mike bernama Harni Sandalimbong merupakan warga dari Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa. Sedangkan ayah Mike merupakan keturunan asli Belanda.
"Garis keturunan dari ibunya, mamanya dari Nosu Mamasa. Kebetulan mamanya Mike menikah dengan orang Belanda," kata paman Mike, Luther Puang kepada detikcom, Rabu (6/5/2026).
Menurut Luther, bakat sepakbola Mike telah terlihat sejak usianya masih balita. Mike kecil diakui memiliki kemampuan menangkap bola saat bermain bersama keluarganya di rumah.
Karena dianggap memiliki potensi, keluarga akhirnya memutuskan mendaftarkan Mike kecil di akademi sepakbola Ajax Amsterdam di Belanda.
"Bakat sepakbola Mike sudah terlihat sejak kecil, mamanya lihat dia lincah bermain bola di rumah, kan di rumah ada bola untuk bermain bersama bapak dan mamanya," ungkapnya.
"Lalu dimasukkan ke sepakbola Ajax Amsterdam, kurang lebih 5 tahun," sambung Luther meyakinkan.
Pada tahun 2015, Mike mulai memperkuat FC Utrecht U-17 yang berlaga di kompetisi Belanda dengan posisi kiper.
"Setelah itu pindah ke FC Utrecht, sekarang kan dia jadi kiper utama di FC Utrecht U-17 sampai sekarang," ucap Luther bangga.
Mike Rajasa memulai debut perdananya bersama Timnas Indonesia U-17 pada Piala Dunia U-17 2025 di Qatar pada November 2025. Mike sukses menjalankan tugasnya dengan baik sebagai kiper saat Timnas Indonesia melawan Honduras.
"Mike mulai dipantau serius oleh PSSI waktu piala dunia U-17 di Qatar kemarin, itu sudah betul-betul pendekatannya dan akhirnya Mike bisa turun bersama Timnas Indonesia lawan Honduras. Saat itu masih berusia 16 tahun," terang Luther.
Lanjut Luther mengatakan, hadirnya Mike dalam jajaran punggawa Timnas U-17 menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi seluruh kerabatnya, khususnya yang berasal dari Nosu di Kabupaten Mamasa.
"Kami sekeluarga tentu merasa bangga, terkhusus keluarga dari kampung kecil kami di Nosu semua bangga. Tidak bisa diungkapkan soal kebanggaan dan kebahagiaan itu, karena tentu itu tidak bisa diukur," pungkasnya.
Sosok Mike Dikenal Penyayang-Miliki Kemampuan Leadership
Mike Rajasa merupakan anak sulung dari 2 bersaudara. Dia memiliki adik perempuan yang kini sudah beranjak remaja.
Pemuda dengan tinggi badan 186 centimeter itu lahir di Amsterdam, Belanda, pada 6 Februari 2009. Saat ini Mike telah berusia 17 tahun.
Luther mengungkapkan, Mike merupakan sosok pemuda yang pendiam. Meski begitu, dia diakui sangat sayang kepada adiknya.
"Dia sebenarnya orangnya cool, pendiam. Kalau sama adiknya dia sayang betul, biasa kalau mereka pergi liburan bersama, biasa dia gendong adiknya, padahal sudah besar juga adiknya, sudah remaja," tuturnya.
Luther juga mengatakan, Mike memiliki kemampuan leadership (kepemimpinan). Sang pelatih disebut mengakui Mike mampu memikirkan strategi dan memimpin tim untuk membangun serangan.
"Mike ini punya karakter leadership yang luar biasa, setiap tahun kan dievaluasi, setiap mau naik kelas naik umur disampaikan bahwa kelebihan kamu itu di sini. Salah satu kelebihannya yang konsisten itu dia leadership di lapangan dan mampu membangun organisasi termasuk serangan dan strategi dari bawah menurut pelatihnya yang di Belanda," terangnya.
Karena dianggap memiliki kemampuan leadership yang menonjol, Luther menyebut Mike dipersiapkan untuk menjadi pelatih di masa depan.
"Jadi setiap evaluasinya disampaikan Anda dari sekarang sudah harus dididik untuk bakalan jadi pelatih, Anda punya bakat dan karakter untuk jadi pelatih. Memang dia setiap ada evaluasi kenaikan tingkat, karakter yang menonjol itu punya jiwa leadership dan mampu memimpin dan bisa membaca permainan," jelasnya.
Simak Video "Video: Ujian Kedua John Herdman di Piala AFF Itu Bernama Singapura"
(ata/hsr)