Satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) terguling saat menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi mobil mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.
"Satu orang yang terluka, sopirnya dan sudah dirawat. Tidak parah, cuman dada dan punggungnya terasa sakit, mungkin terbentur," kata Camat Binuang Andi Saggaf kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (18/9/2026) malam.
Kecelakaan itu terjadi di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Jumat (18/9) sekira pukul 17.30 Wita. Mobil yang terguling tersebut membawa tangki berisi air untuk menyuplai kebutuhan armada Damkar yang sedang melakukan pemadaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini armada hanya membawa air saja, penyuplai air untuk armada damkar yang menyemprot," ungkap Saggaf.
Saggaf menduga, mobil yang mengangkut beban berat itu kehilangan kendali saat melintasi jalan menanjak hingga akhirnya bergerak mundur dan terguling.
"Mungkin karena beban terlalu berat, sehingga dia (mobil) bergerak mundur dan terbalik," tuturnya.
Menurut Saggaf, proses evakuasi mobil Damkar tersebut masih berlangsung. Sementara itu, petugas Damkar lainnya tetap berjibaku memadamkan karhutla di Desa Paku yang terus meluas hingga mendekati Desa Amola.
"Mobil sementara proses evakuasi, sementara petugas damkar lain masih berupaya memadamkan api. Itu lagi semalam yang terbakar di Desa Paku, sudah mendekati desa Amola apinya," pungkasnya.
Sementara Bupati Polman Samsul Mahmud menyampaikan rasa duka atas musibah kecelakaan yang menimpa personel Damkar Polman. Dia berharap petugas yang terluka segera pulih dan tetap mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugas.
"Saya menyampaikan rasa duka bagi anggota Damkar atas musibah kecelakaan, semoga lekas sembuh dan tetap semangat dalam misi kemanusiaan serta tetap hati-hati dan perhitungan dalam menjalankan tugas mulia ini," ujar Samsul Mahmud melalui pesan singkat yang dikirimkan kepada Camat Binuang.
