PSM Makassar kembali dijatuhi sanksi oleh FIFA akibat rentetan masalah finansial yang tak kunjung usai. Tim berjuluk Juku Eja itu tercatat sudah 5 kali disanksi FIFA sepanjang musim kompetisi 2025/2026 ini gegara persoalan tunggakan gaji pemain hingga pelatih.
Berdasarkan pantauan detikSulsel di laman resmi FIFA, nama PSM Makassar terdaftar dua kali dalam pembaruan data terbaru. Masing-masing hukuman tersebut tercatat secara resmi pada tanggal 9 Maret 2026 dan 20 Maret 2026.
Hukuman itu berdampak larangan pendaftaran pemain selama masing-masing 3 periode. Padahal, sejumlah sanksi yang sebelumnya membelit manajemen Juku Eja hingga kini belum dinyatakan tuntas.
Rentetan sanksi yang menimpa PSM menuai kritik pedas dari kelompok suporter. Ketua Laskar Ayam Jantan (LAJ) Zona Parepare, Muhammad Ishak, menilai sanksi yang datang bertubi-tubi adalah bukti nyata buruknya tata kelola klub kebanggaan Sulsel tersebut.
"Terkait dengan sanksi FIFA yang kesekian kalinya, ini menandakan manajemen PSM saat ini sangat-sangat tidak profesional," ujar Ishak kepada detikSulsel, Senin (23/3/2026).
Menurut Ishak, manajemen seharusnya fokus menyelamatkan posisi tim di klasemen yang saat ini sedang berada di posisi tidak aman. Bukannya berbenah, manajemen justru dinilai abai hingga laporan sanksi terus bertambah di tengah jalannya kompetisi.
"Mestinya dengan kondisi saat ini skuad PSM berada di posisi tidak aman klasemen sementara, manajemen fokus berbenah. Ini malah sanksi pelaporannya bertambah," tegasnya.
Awal Mula Badai Sanksi
Badai sanksi musim ini pertama kali menghantui kubu Juku Eja pada tanggal 8 Oktober 2025 yang lalu. Hukuman pembuka ini diduga kuat berakar dari sengketa finansial dengan mantan pelatih mereka, Bernardo Tavares.
Belum usai urusan dengan Bernardo, FIFA kembali menjatuhkan sanksi kedua kepada manajemen pada 9 Januari 2026. Kali ini, sengketa diduga muncul akibat adanya tunggakan hak mantan pemain asing mereka, Lucas Dias yang hengkang di tengah kompetisi.
Sanksi di Tengah Bursa Transfer
Hanya berselang hitungan pekan, PSM kembali masuk dalam daftar klub terhukum FIFA untuk ketiga kalinya pada 29 Januari 2026. Sanksi itu muncul tepat setelah manajemen memperkenalkan striker baru mereka, Luka Cumic, sebagai pengganti Abu Kamara.
Munculnya sanksi ketiga ini menambah beban berat manajemen di tengah ketatnya persaingan kompetisi Super League. Kondisi tersebut mengisyaratkan adanya kewajiban finansial yang belum beres meski klub tetap melakukan aktivitas transfer.
Sengketa Pelatih dan Pemain Asing
Memasuki bulan Maret, situasi finansial tim semakin pelik dengan turunnya sanksi keempat pada tanggal 9 Maret 2026. Hukuman ini diduga dipicu oleh masalah sengketa dengan Tomas Trucha yang statusnya sedang digodok oleh manajemen.
Terbaru, FIFA kembali mengetok palu sanksi kelima untuk Juku Eja pada tanggal 20 Maret 2026 yang lalu. Sanksi kelima ini diduga kuat merupakan buntut dari sengketa gaji pemain asing.
Simak Video "Video Viral Pemain PSM Victor Luiz Hendak Memukul Warga di Jalanan Makassar"
(ata/ata)