PSM Makassar akhirnya bebas dari sanksi larangan merekrut pemain dari FIFA. Tim berjuluk Juku Eja itu kini sudah bisa mendaftarkan pemain rekrutan barunya pada kompetisi Super League 2026/2027.
Berdasarkan pantauan detikSulsel di laman resmi FIFA Registration Bans, nama PSM Makassar kini sudah resmi dihilangkan dari daftar klub terhukum. Nama PSM tercabut dari daftar FIFA banned per tanggal 3 September 2026.
"Tercabut mi toh (sanksi FIFA). Kemarin," kata Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim kepada detikSulsel, Jumat (4/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah sanksi dicabut, manajemen segera menggenjot proses pendaftaran amunisi tim. Sulaiman menegaskan seluruh pilar siap didaftarkan tanpa ada yang tertinggal.
"Semua pemain yang ada sekarang (didaftarkan). Ada 31 pemain," ujar Sulaiman.
Sanksi yang menjerat PSM dicabut saat dua hari sebelum pertandingan Super League dimulai. PSM menyandang status klub terhukum oleh FIFA selama empat bulan lebih.
Selama masih berstatus klub terhukum, Pasukan Ramang sebelumnya telah mendatangkan 7 pemain baru. Masing-masing 5 pemain asing dan 2 amunisi lokal.
Tujuh legiun asingnya yakni, Nenad Lalic, Stefan Jevtoski, Luka Bulatovic, Sergio Aguero, Navarone Foor, dan Kodai Tanaka. Sementara untuk pemain lokal, ada Henhen Herdiana dan Agung Mannan.
Sebelumnya, nama PSM tercantum dua kali dalam daftar hitam federasi sepak bola dunia tersebut. Sanksi pertama dirilis per 22 Mei 2026 usai tim finis di urutan ke-15 klasemen, lalu disusul sanksi kedua per 7 Juli 2026.
Hukuman tersebut diduga kuat muncul akibat permasalahan internal klub yang belum terselesaikan. Sanksi itu disinyalir adanya tunggakan gaji pemain dan pelatih Juku Eja.
