PSM Makassar kembali menelan kekalahan saat menjamu Persita Tangerang pada pekan ke-24 Super League 2025/2026. Asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin menjamin tim akan berjuang habis-habisan demi menyelamatkan Juku Eja dari ancaman degradasi ke Liga 2.
"Kami akan berjuang, kami yang tinggal di sini tidak mau juga sampai kami degradasi. Itu akan tercatat di bukunya PSM bahwa kami yang ada di dalam skuad yang bikin degradasi," ujar Ahmad Amiruddin usai laga pada Selasa (3/3/2026) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laga PSM melawan Persita digelar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/3) malam. Juku Eja sebenarnya sempat memimpin dua gol lebih dulu melalui eksekusi penalti Yuran Fernandes dan sundulan tajam Aloisio Neto.
Namun, keunggulan dua bola tersebut langsung sirna sebelum waktu paruh pertama berakhir. Persita sukses menyamakan kedudukan lewat gol penalti Aleksa yang disusul sontekan Pablo Ganet.
Memasuki babak kedua, PSM berupaya membangun serangan berulang kali namun selalu menemui jalan buntu. Sebaliknya, Rayco Rodriguez dan Hokky Caraka justru berhasil mencetak gol tambahan yang membuat skor berbalik 4-2 hingga laga usai.
Ahmad Amiruddin mengaku heran dengan inkonsistensi performa timnya dalam beberapa laga terakhir. Ia menilai ada kemajuan dalam hal mencetak gol, namun lini pertahanan justru menjadi rapuh karena kebobolan terlalu banyak.
"Apa yang terjadi hari ini kami bisa cetak dua gol, kami sudah bersyukur kami ada progress tapi kami juga kebobolan empat, di pertandingan sebelumnya kami tidak cetak gol, lawan cetak satu, tetap 2-0, 3-0, 2-4 tetap kalah," ucapnya.
Pemain PSM, Rizky Eka, turut menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan timnya di hadapan pendukung sendiri. Ia meyakini bahwa seluruh pemain tidak ingin membiarkan Juku Eja terus terpuruk.
"Saya pribadi mewakili teman-teman minta maaf sekali lagi, percayalah kita tidak ingin sampai PSM ada kenapa-kenapa," imbuhnya.
Kekalahan ini membuat PSM Makassar tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan perolehan 23 poin. Posisi Juku Eja kian mengkhawatirkan karena kini hanya terpaut lima angka dari batas zona degradasi.
(ata/hsr)











































