Amiruddin Bingung PSM Jago di Latihan Tapi Payah Saat Bertanding

Amiruddin Bingung PSM Jago di Latihan Tapi Payah Saat Bertanding

Ardiansyah - detikSulsel
Selasa, 03 Mar 2026 14:14 WIB
Asisten Pelatih PSM Makassar Ahmad Amiruddin saat memimpin latihan PSM Makassar di Stadion Kalegowa.
Foto: Asisten Pelatih PSM Makassar Ahmad Amiruddin. (Agung Dewantara/PSM Makassar)
Parepare -

Asisten Pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin mengaku heran dengan kontrasnya performa tim saat ini. Menurutnya, skuad Juku Eja tampak meyakinkan saat latihan, namun tampil payah ketika turun di pertandingan resmi.

PSM Makassar kalah 2-4 saat menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/3) malam. PSM kebobolan 4 gol setelah sempat unggul 2 gol lebih dulu.

"Problem utama kami itu yang sedang kami pelajari sampai hari ini, kenapa performa kami ketika di latihan dengan di pertandingan jauh berbeda," ungkap Asisten Pelatih PSM Makassar Ahmad Amiruddin di sesi konferensi pers, Selasa (3/3/2026) dini hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Progres PSM Terkubur Kekalahan

Amiruddin menjelaskan, setiap sesi latihan berakhir, tim pelatih selalu melakukan analisa mendalam. Tim selalu yakin bisa tampil maksimal di pertandingan, namun realita di lapangan justru menjadi antiklimaks.

ADVERTISEMENT

"Setiap kali kami berlatih, setelah berlatih kami analisa semuanya. Kami selalu merasa yakin di pertandingan kami akan tampil perform," katanya.

Pada laga terbaru, PSM sebenarnya menunjukkan kemajuan dengan mencetak dua gol. Sayangnya, pertahanan mereka justru rapuh dan kebobolan empat gol sekaligus.

"Kami sudah bersyukur karena ada progres bisa cetak dua gol. Tapi kami juga kebobolan empat. Di pertandingan sebelumnya kami tidak cetak gol, lawan cetak satu, tetap kalah. Yang kami butuhkan sekarang adalah poin," keluhnya.

Dia mengatakan kekecewaan besar yang dirasakan oleh para suporter merupakan hal wajar. Amiruddin menegaskan, tim PSM tidak sedang mencari pembelaan diri atas rentetan hasil minor itu.

"Silakan suporter mau menyalahkan kami, wajar. Kami terima karena kami memang kalah. Dalam sepak bola yang pertama adalah hasil," ujarnya.

Bayang-bayang Degradasi dan Pertaruhan Sejarah PSM

Bagi Amiruddin, situasi ini bukan sekadar urusan taktis, melainkan pertaruhan sejarah. Sebagai bagian dari tim yang pernah membawa PSM juara, dia tak sudi jika generasi saat ini dikenang sebagai penyebab runtuhnya kejayaan klub.

"Kami tidak mau sampai degradasi. Itu akan tercatat di buku sejarah PSM bahwa kami yang ada dalam skuad yang bikin degradasi. Kami sudah punya histori juara, jangan sampai histori itu hilang karena degradasi," tegasnya.

Pemain PSM Minta Maaf

Senada dengan pelatih, penyerang sayap PSM Rizky Eka Pratama juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada para suporter. Dia menjamin, seluruh pemain telah berupaya sekuat tenaga di lapangan.

"Saya pribadi mewakili teman-teman minta maaf, sekali lagi minta maaf. Bukan hasil ini yang kita inginkan. Percayalah, kami tidak ingin PSM kenapa-kenapa," kata Rizky.

Rizky berjanji akan terus berjuang habis-habisan di laga-laga berikutnya. Dia bertekad menyelamatkan tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut dari keterpurukan.

"Percayalah kami tidak ingin sampai PSM kenapa-kenapa, kami akan selalu berjuang lagi buat tim kebanggaan kami buat pertandingan berikutnya," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Suasana Kericuhan saat Suporter PSM Ngamuk Gegara Timnya Kalah"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads