Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, mencurahkan rasa frustrasinya usai kembali menelan kekalahan tipis dari Persebaya. Trucha membandingkan nasib Juku Eja dengan tim lain di Super League yang sering kalah dengan skor telak.
PSM Makassar takluk 0-1 saat dijamu Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Rabu (25/2/2026). Hasil ini kian memperburuk catatan Juku Eja yang tercatat baru mengemas satu kemenangan dalam 10 laga terakhirnya.
Trucha merasa sangat terpukul karena secara permainan anak asuhnya dianggap mampu bersaing dengan tim-tim papan atas di liga. Ia membandingkan nasib Juku Eja dengan tim lain yang justru sering menjadi lumbung gol bagi lawan-lawannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada tim di liga yang kalah 3-0, 4-0, 4-1, dan kami bukan tim seperti itu. Kami selalu kehilangan 1-0, 1-0, 2-1, jadi itu menyakitkan, itu menyakitkan," ujar Tomas Trucha dalam sesi konferensi pers usai laga.
"Jadi kita harus melihat ke depan, selalu ada pertandingan lain dalam sepakbola, dan mari kita percaya bahwa itu pelajaran sulit lainnya bagi kami," tambahnya.
Selain itu, Trucha juga menyoroti performa anak asuhnya yang tampil tanpa gairah sejak menit awal pertandingan. Ia menilai kesiapan taktik tim menjadi sia-sia karena tidak diimbangi dengan semangat juang di atas lapangan.
"Bagaimana dengan permainannya? Jelas tidak baik di babak pertama, kita membuang waktu, tidak ada energi, tidak ada lari, tidak ada semangat," keluh dia.
Trucha mengaku sudah tahu luar dalam soal cara bermain hingga komposisi pemain yang bakal diturunkan Persebaya. Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus karena timnya gagal mengimbangi intensitas lawan sepanjang pertandingan.
"Apa yang kami inginkan dari bagian strategi kami, kami tahu apa yang akan dimainkan Persebaya, kami tahu pemain mana yang akan bermain, jadi kami siap untuk mereka," ucapnya.
Kekalahan ini memaksa Juku Eja pulang ke Makassar dengan tangan kosong dan tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara. Trucha berlapang dada menerima hasil minor tersebut sembari memberikan apresiasi kepada tim lawan.
"Ya, kebobolan satu gol. Selamat kepada coach Tavares, Persebaya, dan kami melakukan perjalanan pulang tanpa poin," tutup pelatih asal Ceko tersebut.
(asm/hsr)











































