PSM Makassar hobi kalah di menit-menit akhir dalam pertandingan Super League musim ini. Terbaru, Juku Eja disikat Dewa United berkat gol lawan di injury time.
PSM gagal meraup poin di kandang sendiri dalam pekan ke-21 Super League di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (14/2/2026). Juku Eja tumbang 0-2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bermain sebagai tuan rumah, PSM tampil buruk dengan terus ditekan lawan. Gol tim tamu pun akhirnya lahir lewat Vico pada menit ke-90 dan Alex Matins menit ke-94.
"Sangat buruk, kita hanya menunggu Dewa untuk mencetak gol. Kita tidak tahu keberuntungan apa yang terjadi pada babak pertama kita selamat, mereka tidak bisa cetak," ujar pelatih PSM, Tomas Trucha usai laga.
"Kita melakukan beberapa perbaikan dengan melakukan beberapa pergantian, mungkin dalam hal penguasaan bola kita bisa sedikit lebih baik, namun tidak cukup untuk memberi tekanan pada pertahanan atau barisan belakang Dewa United," lanjutnya.
Kekalahan akibat gol di menit akhir bukan kali pertama bagi PSM Makassar di era Tomas Trucha. Pada putaran pertama melawan Borneo FC, Juku Eja sempat unggul lebih dulu sebelum dibalikkan menjadi 1-2 lewat gol penentu Borneo di penghujung laga.
Skenario serupa juga terjadi pada laga penutup putaran pertama kontra Bali United. Saat PSM masih berupaya menyamakan kedudukan, Thijmen Goppel justru memastikan kemenangan tim tamu lewat gol pada menit ke-94 yang mengubah skor menjadi 0-2.
Baca juga: PSM Makassar Kalah Lagi, Kena Mental? |
Kekalahan dari Dewa United dengan pola serupa semakin menegaskan rapuhnya konsentrasi PSM di fase akhir pertandingan. Kondisi ini menjadi pekerjaan mendesak bagi Tomas Trucha agar Juku Eja tak terus kehilangan poin akibat kelengahan di menit-menit krusial.
"Saya percaya kita akan kembali lebih baik, mungkin dengan lawan-lawan yang kuat. Lawan-lawan kuat ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk menantang mereka (di laga yang akan datang)," tutupnya.
Kekalahan ini bikin PSM kini mengemas 23 poin dari 21 laga. Posisinya rentan disalip tim zona degradasi yang selisihnya kian tipis, yakni cuma 8 poin saja.
(ata/ata)











































