Legenda PSM Minta Keamanan Jadi Perhatian Saat Liga 1 Kembali Bergulir

PSM Makassar

Legenda PSM Minta Keamanan Jadi Perhatian Saat Liga 1 Kembali Bergulir

Tim detikSulsel - detikSulsel
Minggu, 27 Nov 2022 08:34 WIB
Legenda PSM Makassar, Syamsuddin Umar
Foto: (Instagram Syamsuddin Umar)
Makassar -

PT Liga Indonesia Baru (LIB) terus mematangkan persiapan jelang kompetisi Liga 1 2022/2023 dilanjutkan setelah terhenti sementara waktu akibat Tragedi Kanjuruhan. Legenda PSM Makassar Syamsuddin Umar meminta keamanan bisa menjadi perhatian saat liga kembali bergulir.

"Kalau kita semua ini pasti bilang jalankan saja, tapi kalau pengamanan bilang saya belum sanggup ini bagaimana dan sarana prasarananya harus disiapkan tata kelolanya harus diperbaiki," kata pria yang kerap disapa Syam saat berbincang dengan detikSulsel, Sabtu (26/11/2022).

Rencananya, PT LIB selaku operator kompetisi sementara waktu bakal melanjutkan Liga 1 dengan format sistem bubble dan tanpa penonton. Pasalnya, format home-away sebagaimana sebelumnya dilaksanakan dianggap belum memungkinkan setelah Tragedik Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang.


Operator kompetisi pun tengah mempertimbangkan Jawa Tengah dan Yogyakarta sebagai lokasi pelaksanaan sistem bubble. meski begitu format ini hanya akan berlangsung hingga putaran pertama selesai atau dalam 6 pekan, sementara laga-laga selanjutnya dicanangkan kembali ke format home-away.

Mengenai hal tersebut, Pelatih yang pernah sukses mengantarkan Juku Eja meraih trofi Liga Indonesia 1999-2000 ini menilai, kelanjutan kompetisi memang mesti dipertimbangkan secara matang. Apapun kebijakan ke depan, dianggap hal itulah yang menjadi keputusan terbaik.

"Kita inginkan ini mudah-mudahan kompetisi bisa berjalan, karena menurut saya kalau LIB mengatakan kompetisi bisa berjalan seperti apa yang diinginkan (klub), pihak keamanan pasti masih berpikir beberapa kali karena kalau sempat terjadi sesuatu keamanan akan dibully terus," paparnya.

"Jadi dia harus hati-hati betul untuk bagaimana bisa berjalan seperti apa yang direncanakan dan diinginkan, jadi terima saja dulu. Karena kan dicoba sama pada waktu COVID, pertama dulu tapi kan pelan-pelan ramai juga," sambungnya.

Syam mengaku, yang terpenting saat ini agar Liga 1 bisa segera dilanjutkan meski harus menggunakan format bubble dan dilaksanakan tanpa penonton sama sekali. Karena jika Tragedi Kanjuruhan terulang kembali pastinya berpengaruh pada masa depan sepak bola Indonesia.

"Mudah-mudahan keamanan beri izin karena ini persoalan keamanan saja. Saya juga pencinta bola jadi senang kalau berjalan tapi ini soal keamanan kalau terjadi saya tidak tau bagaimana dengan sepak bolanya kita," tegasnya.

Sebelumnya, PT LIB memproyeksikan Liga 1 2022/2023 tidak akan menggunakan format home-away imbas dari Tragedi Kanjuruhan. Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus mengatakan format bubble sementara waktu digunakan hingga putaran pertama liga selesai.

"Untuk putaran pertama ini akan habiskan dengan sistem bubble dulu, putaran kedua baru home-away. Digelar bubble di Stadion Maguwoharjo, Stadion Jatidiri, Sultan Agung, dan Moch Soebroto," kata Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus kepada wartawan yang dikutip dari detikSport, Kamis (24/11.

Saat ini evaluasi mengenai penyelenggaraan sepakbola masih terus dilakukan. Pasalnya harus ada kepastian mengenai keamanan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat pertandingan, terutama penonton.



Simak Video "Suporter PSM Makassar Gelar Aksi Bakar Lilin untuk Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(afs/asm)